Kasus Campak Naik Tajam, Dinkes Lampung Utara Genjot Program Imunisasi Kejar

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi hasil AI.

Gambar ilustrasi hasil AI.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Lonjakan kasus campak di Kabupaten Lampung Utara kian mengkhawatirkan. Hingga awal April 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sebanyak 87 kasus, memicu langkah cepat otoritas kesehatan untuk memperketat pelacakan dan memperluas cakupan imunisasi, terutama bagi anak-anak yang belum terlindungi.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, dr. Maya Natalia Manan, memastikan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Namun, penanganan tidak berhenti pada pengobatan semata.

“Setiap kasus langsung kami tindak lanjuti dengan penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri kemungkinan penularan di lingkungan sekitar pasien,” ujar Maya, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga :  60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak

Upaya konfirmasi terus dilakukan. Dari 60 sampel yang telah dikirim ke laboratorium kesehatan pusat, sebanyak 10 dinyatakan positif campak. Sementara itu, sisanya masih dalam proses pemeriksaan atau menunjukkan hasil negatif.

Menghadapi situasi ini, Dinkes menggenjot program imunisasi kejar sebagai langkah pencegahan utama. Program tersebut difokuskan pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak, guna memperkuat kekebalan kelompok (herd immunity) sekaligus memutus rantai penularan.

“Kami fokus pada anak-anak yang belum diimunisasi. Ini penting untuk mencegah penyebaran lebih luas,” tegas Maya.

Selain intervensi medis, edukasi kepada masyarakat juga diperkuat. Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala campak, seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta ruam pada kulit.

Baca Juga :  HPN 2027 di Lampung: Sejarah Dijaga, Kolaborasi Dibuka

Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Dinkes juga menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan memperhatikan asupan gizi.

Bagi warga yang belum mendapatkan imunisasi, pemerintah mengimbau untuk segera mendatangi puskesmas atau posyandu terdekat guna memperoleh vaksin campak serta suplementasi vitamin A sebagai perlindungan tambahan. (*)

Berita Terkait

BKPSDM Lampura Pastikan Tiga ASN Terpidana Korupsi Wajib PTDH, UPS Harus Dikembalikan
Transparansi Seleksi JPTP Lampura Dipertanyakan, Hasil Tiga Besar Masih Jadi Misteri
Baru Dilantik, 10 Pejabat Lampura Langsung Dikejar Target
Seleksi Terbuka JPTP Lampura Masuk Tiga Besar, Nama dan Nilai Peserta Masih Dirahasiakan
Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas
Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara, Ada Sabu dan Senpi Rakitan
Gubernur Mirza dan Bupati Hamartoni Cek Jalan Lampura, Rp76 Miliar Disiapkan Lewat Inpres
60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:41 WIB

BKPSDM Lampura Pastikan Tiga ASN Terpidana Korupsi Wajib PTDH, UPS Harus Dikembalikan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Transparansi Seleksi JPTP Lampura Dipertanyakan, Hasil Tiga Besar Masih Jadi Misteri

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Baru Dilantik, 10 Pejabat Lampura Langsung Dikejar Target

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Lampura Masuk Tiga Besar, Nama dan Nilai Peserta Masih Dirahasiakan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:28 WIB