Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Upaya Pemerintah Provinsi Lampung menurunkan angka kemiskinan kini menunjukan hasil signifikan, Badan Pusat Statistik (BPS) sampaikan data terbaru, Kantor BPS, Jumat (25/07/2025).
Saat ini Badan Pusat Statistik mencatat, tingkat kemiskinan di Provinsi Lampung menurun per Maret 2025 menjadi 10,00 persen point, data ini terendah dalam 15 tahun terakhir.
Progres capaian itu menurun 0,62 poin dibanding September 2024, dan turun 0,69 persen poin dari Maret 2024 dari jumlah penduduk miskin tercatat 887,02 ribu orang, atau berkurang 52,28 ribu orang dari September 2024.
“Hasil ini upaya dari program penanggulangan kemiskinan yang lebih terarah dan menyeluruh,” ungkap Ahmad Riswan
Ia menambahkan bahwa, dari wilayah perdesaan menunjukan angka penurunan terbesar. Hal ini membuktikan efektivitas strategi pembangunan berbasis desa berhasil.
“Kalau bicara kemiskinan, kita bicara soal kecukupan konsumsi untuk hidup layak,” sambungnyaa
Lebih lanjut ia menekankan, keakuratan data sangat penting dalam penyaluran bantuan. Saat ini provinsi Lampung dinilai berada di jalur tepat dengan pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKSN).
“Dengan data yang tepat dan program konvergen, angka kemiskinan masih bisa kita dorong untuk terus menurun jumlahnya.” tutup Ahmad Riswan (Kepala BPS Lampung).
Menurut catatan BPS Gini Ratio Provinsi Lampung turun menjadi 0,292 per Maret 2025, ini menunjukkan perbaikan pemerataan pendapatan.
Kepala Dinas Kominfotik Lampung, Ganjar Jationo, menyampaikan data badan pusat statistik menjadi referensi penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan di lampung.
Dengan adanya program “Desaku Maju” yang diinisiasi oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal ini merupakan bentuk konkret dalam pemberdayaan desa, termasuk lewat digitalisasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“Program strategis seperti Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, dan Sekolah Rakyat diarahkan untuk menyasar kantong-kantong kemiskinan ekstrem,” ungkap Ganjar Jationo
Ia menambahkan, konvergensi lintas sektor penting untuk dilakukan agar dampak program terasa merata dan berkelanjutan.
“Tantangan ke depan adalah memastikan masyarakat punya akses adil terhadap peluang ekonomi dan layanan dasar.” tutup Ganjar Jationo (Kadis Kominfotik Provinsi Lampung). (*)















