Lapor Jenderal! Bandit Bergentayangan Lagi

- Jurnalis

Senin, 18 Oktober 2021 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kalbi Rikardo Rilislampung.id (group lampungcorner.com)

Ilustrasi Kalbi Rikardo Rilislampung.id (group lampungcorner.com)

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Setelah sempat mereda beberapa bulan, aksi kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor), perampasan paksa kendaraan bermotor di jalan atau begal, serta pembobolan minimarket kembali marak di Lampung.

Para bandit itu seakan bebas kembali “bergentayangan” mencari korban-korbannya di provinsi ini. Terlebih di Kota Bandarlampung -ibu kota Lampung-.

Berikut rangkuman peristiwa kriminalitas yang terjadi di provinsi ini:

Kali terakhir korbannya adalah jurnalis media online Lampung Pro, Febri Arianto. Ia dibegal di Tanjungbintang, Lampung Selatan sekitar pukul 19.00 WIB, Jumat (15/10/2021).

Saat itu, ia baru saja pulang liputan dan hendak kembali ke rumahnya di Desa Wonodadi, Tanjungsari, Lampung Selatan (Lamsel).

Febri menjelaskan, saat di jalan hendak pulang melewati kebun karet, tiba-tiba ke luar dua orang dari semak-semak. Salah satu dari mereka kemudian menendang sepeda motornya hingga jatuh.

Ketika itulah, seorang pelaku menodongkan senjata api ke pipinya. Sementara, yang lain memukul wajahnya sambil berjalan pergi.

“Pelaku pun melakukan perbuatan tidak sopan yaitu sempat mencekal kemaluan saya,” ujar Febri, Sabtu (16/10/2021).

Akibat dari kejadian ini korban mendapatkan luka ringan dan trauma. Sepeda motor Honda Revo BE 2120 ED miliknya juga dirampas. Ia menderita kerugian materil sekitar Rp11 juta.

Kasus ini dilaporkan ke Polsek Tanjungbintang dengan Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) No: S TBL/1626/X/ 2021/SPK/POLSEK TANJUNG BINTANG/ POLRES LAMPUNG SELATAN.

Sebelumnya, aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) juga terjadi di Bandarlampung. Kali ini korbannya adalah karyawan salah satu bank swasta bernama Mareta.

Kejadian itu diketahui saat korban hendak keluar dari kantornya, pada Rabu (13/10/2021) pukul 10.00 WIB.

“Pada pagi hari korban seperti biasa berangkat ke bank untuk bekerja dan memarkirkan motornya di parkiran motor karyawan yang berada di depan bank,” ujar Sindi Sanjaya, saudara korban.

Diperkirakan, sepeda motor Honda Beat warna putih BE 2109 ACO raib digondol maling sekitar pukul 08.30 WIB.

Sadar motornya sudah tidak ada di posisi awal, korban kemudian mengecek kamera CCTV yang terpasang di kantornya. Dari hasil rekaman CCTV, tampak sepeda motor korban dibawa kabur dua orang.

“Setelah situasi sepi pelaku mulai beraksi dan motor korban yang berada dipaling ujung menjadi sasaran lalu hanya dalam beberapa saat motor pun berhasil diambil lalu dibawa kabur,” ucap Sindi.

Kasus curanmor juga terjadi pada Selasa (12/10/2021). Dua sepeda motor Yamaha N-Max hitam BE 3075 ZI dan Honda BeAT warna biru putih BE 2665 AAP, hilang saat penghuni indekos lelap tertidur.

Baca Juga :  Evaluasi Awal Ops Ketupat Krakatau 2026, Pelanggaran Lalu Lintas hingga Kriminalitas Menurun

Lokasi kejadian di indekos Bima Shiwa Jl. Sultan Agung Gang Cendrawasih RT 01 Lingkungan II No 16 Kelurahan Kotasepang, Labuhanratu, Kota Bandarlampung.

Heni Lestuti selaku pemilik indekos menjelaskan, setiap malam itu penghuni kos yang pulang terakhir bertugas mengunci pintu pagar dengan cara digembok.

“Sementara untuk sepeda motor sudah disediakan rantai untuk mencegah pencurian,” paparnya.

Namun entah kenapa, saat penghuni kos pulang sekitar pukul 01.00 WIB, pagarnya tidak digembok, hanya dikaitkan.

“Mungkin karena kelupaan lalu ketiduran saat mengerjakan tugas kuliah. Paginya sekitar jam 05.30, dua sepeda motor hilang,” urainya.

Atas kejadian ini, pemilik indekos sudah membawa CCTV yang berada di parkiran ke toko untuk mengecek rekaman.

Dia juga berkordinasi dengan RT, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Sedangkan korban melaporkan kejadian ini ke polsek setempat.

Kasus kriminalitas lainnya terjadi pada Sabtu (9/10/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. Para bandit yang berjumlah empat orang dan dengan pistol di tangan berpura-pura sebagai polisi. Mereka merampas mobil baru Toyota Yaris BE 1062 XX di Lapangan Saburai.

Tak hanya itu, mereka juga menculik dua mahasiswa asal Waykanan, Guritno Tri Ardianto dan Faisal Fitri Ardianto serta menjarah harta bendanya.

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Devi Sujana menerangkan kronologis peristiwa yang terjadi Sabtu (9/10/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, pemilik mobil Guritno dan rekannya, Faisal sedang bermain handphone dengan posisi pintu mobil terbuka. Tak lama datang empat lelaki dengan dua sepeda motor meminta keduanya masuk ke dalam mobil. Pelaku menuduh korban membawa narkoba.

Sambil menodongkan benda mirip pistol, mereka menutup mata dan mulut korban dengan lakban. Setelah itu, seorang pelaku menghubungi orang tua korban Guritno dengan handphone dan mengaku polisi. Ia meminta uang tebusan Rp10 juta.

“Namun ketika dihubungi lagi untuk pembicaraan lebih lanjut handphone korban dalam keadaan tidak aktif,” papar Devi, Selasa (12/10/2021).

Pelaku kemudian membawa kedua korban berkeliling dengan mobil itu dan menurunkan korban di jalan. Korban ditemukan warga di areal perkebunan di Lampung Tengah. Tepatnya Dusun IV Serapit, pukul 07.00 WIB Minggu (10/10/2021).

Meminjam handphone warga, Guritno kemudian menghubungi keluarganya di Kelurahan Bumijaya, Negarabatin, Waykanan dan melapor ke Polresta Bandarlampung.

“Korban tidak mengetahui ciri-ciri pelaku dikarenakan mereka memakai topi dan masker,” ungkap Devi.

Selain mobil baru warna putih keluaran tahun 2021 itu, pelaku mengambil Iphone X dan Oppo F11 Pro milik korban. Juga, gitar Yamaha APX 500, kamera merek Sony A6000, dan dompet berisi uang Rp1 juta.

Baca Juga :  Untuk Ketiga Kalinya, Warga Tambal Jalan Rusak di Jalan Kapten Mustofa Secara Swadaya

“Untuk pengungkapan kasus ini kami juga sudah berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Lampung,” tutup Devi.

Selanjutnya, korban aksi bandit juga menimpa seorang wartawan senior dari media Sinar Lampung Juniardi (46). Ia kehilangan sepeda motor, sekira pukul 03.00 WIB, Sabtu (9/10/2021).

Kendaraan miliknya itu ia parkir di garasi rumahnya di Perumahan Cempaka Residen No 3 Lk 1 RT 006 Langkapura Kota Bandarlampung.

Jun –sapaan akrabnya, mengaku saat kejadian dirinya sedang ke luar rumah. Begitu pulang, ia melihat sepeda motornya tak ada lagi.

Kendaraannya jenis Honda BeAT dengan nomor polisi BE 2302 ACS warna hitam buatan tahun 2019.

“Pas pulang seperti ada yang aneh, serasa plong gitu dan baru sadar motor sudah nggak ada lagi,” jelas calon Ketua PWI Lampung ini.

Atas kejadian tersebut, Jun telah melapor ke Polresta Bandarlampung dengan nomor laporan LP/B/2272/X/SPKT/POLRESTA BANDARLAMPUNG/POLDA LAMPUNG

Sebelumnya, pada September 2021, diinformasikan bahwa dalam waktu satu bulan, sedikitnya tujuh minimarket di Bandarlampung dibobol maling dengan modus operandi sama.

Baca: Pak Polisi Apa Kabar? Sudah 7 Minimarket di Bandarlampung Dibobol dalam Sebulan

Di antaranya, Alfamart Jl Ryacudu, Way Dadi, Sukarame dan Alfamart Jl Kimaja, Way Halim pada 23 September 2021.

Lalu, Alfamart dekat Citra Land Jl Raden Imba Kusuma, Sumur Putri, pada 17 September 2021.

Kemudian, Alfamart Jl Sultan Haji, Labuhanratu, Indomaret Jl Soekarno Hatta, Kedaton, pada 2 September 2021.

Berikutnya, Chandra Mart di Jl Hayam Wuruk, Kedamaian pada 29 September. Terakhir, Alfamart Jl Basuki Rahmat, Telukbetung Selatan, pada 1 Oktober.

Dari tujuh lokasi tersebut, modus dan barang yang diambil hampir seragam, yakni dengan membobol atap dan mencuri rokok.

Seperti terjadi di Chandra Mart Jalan Hayam Wuruk, yang dibobol pada dini hari. Pencuri menjarah rokok dan susu dengan cara membobol atap ruko.

“Pencuri masuk melalui pagar belakang Chamart dan membobol atap mini market. Yang hilang Rokok dan susu,” ujar juru parkir di sana.

Pencurian minimarket terbaru di Alfamart Jalan Basuki Rahmat.

Wakil kepala toko, Hardiansyah (22), menerangkan barang-barang yang diambil hanya rokok, baik yang ada di gudang mau kasir dengan total Rp11,5 juta.

“Nggak ada CCTV, karena CCTV-nya lagi bermasalah,” ujarnya, Minggu (3/10/2021).

Seluruh pembobolan tersebut telah dilaporkan ke kepolisian setempat.(*)

Laporan Tim

Red

Berita Terkait

Prihatin Dugaan Ancaman Terhadap Wartawan, Triga Lampung Desak Gubernur Evaluasi Kepala Dinas PSDA
Ketua Dewan Korpri Marindo Kurniawan, Kukuhkan Pengurus PAW Kabupaten Way Kanan Masa Bakti 2023-2028
Sekdaprov Marindo Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Kawasan Kota Baru
Sidak Dini Hari Dirjenpas di Rutan Kotabumi, Indikasi HP Ilegal Terbongkar
Gelar Diskusi Olahraga, PWI Lampung Matangkan Kesiapan Porwanas 2027
Resmi! Kejati Lampung Tetapkan Mantan Gubernur Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi PT LEB
Sekdaprov Marindo Paparkan Penguatan Transformasi Ekonomi Daerah, Hilirisasi Komoditas di Acara Bank Indonesia Tahun 2026
Warga Serbu Pasar Murah Polresta Bandar Lampung, Solusi Nyata di Tengah Gejolak Harga
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 17:53 WIB

Prihatin Dugaan Ancaman Terhadap Wartawan, Triga Lampung Desak Gubernur Evaluasi Kepala Dinas PSDA

Kamis, 30 April 2026 - 14:36 WIB

Ketua Dewan Korpri Marindo Kurniawan, Kukuhkan Pengurus PAW Kabupaten Way Kanan Masa Bakti 2023-2028

Rabu, 29 April 2026 - 20:15 WIB

Sidak Dini Hari Dirjenpas di Rutan Kotabumi, Indikasi HP Ilegal Terbongkar

Rabu, 29 April 2026 - 18:31 WIB

Gelar Diskusi Olahraga, PWI Lampung Matangkan Kesiapan Porwanas 2027

Selasa, 28 April 2026 - 22:48 WIB

Resmi! Kejati Lampung Tetapkan Mantan Gubernur Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi PT LEB

Berita Terbaru