Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menuju Merak, Banten, mengalami lonjakan signifikan pada puncak arus mudik Lebaran 2026.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengungkapkan berdasarkan data 24 jam terakhir Posko Angkutan Lebaran 2026, tercatat sebanyak 52.707 penumpang telah menyeberang ke Pulau Jawa.
“Total penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 52.707 orang, atau naik 11,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 47.293 orang,” ujar Partogi, Rabu (18/3/2026).
Dari sisi kendaraan, pergerakan juga menunjukkan dinamika yang bervariasi. Untuk kendaraan roda dua, tercatat sebanyak 754 unit telah menyeberang pada H-4 hingga H-3, meningkat 19,5 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 631 unit.
Sementara itu, kendaraan roda empat tercatat sebanyak 6.197 unit. Meski jumlahnya lebih besar, angka ini justru mengalami penurunan sekitar 10,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 5.601 unit.
Adapun kendaraan angkutan barang atau truk mencapai 1.799 unit, naik signifikan 23,6 persen dari tahun lalu sebanyak 1.455 unit.
Sedangkan bus tercatat sebanyak 815 unit atau meningkat 7,5 persen dibandingkan 758 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 9.565 unit pada H-4, atau naik 13,3 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 8.445 unit.
Meski terjadi lonjakan volume penumpang dan kendaraan, ASDP memastikan arus lalu lintas di pelabuhan tetap terkendali. Tidak ditemukan penumpukan baik di kantong parkir maupun di pintu masuk pelabuhan.
Untuk mengantisipasi lonjakan, ASDP Bakauheni telah menyiagakan ratusan petugas gabungan serta memastikan seluruh kesiapan operasional berjalan optimal selama periode angkutan Lebaran.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia sebelum melakukan perjalanan. (*)









