Ratusan Sapi Terpapar PMK di Tegal Yoso, Kerugian Peternak Kian Membesar

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, LAMPUNG TIMUR – Wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) kembali menghantui peternak. Kali ini, ratusan ekor sapi di tiga dusun Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, diduga terpapar virus berbahaya tersebut.

Dampaknya tak main-main. Puluhan ekor sapi dilaporkan mati, sementara puluhan lainnya terpaksa dijual dengan harga murah karena kondisi yang terus memburuk.

Priyanto, salah satu peternak setempat, menggambarkan situasi yang kian mengkhawatirkan. Ia menyebut wabah telah menyebar luas di Dusun 1, 2, dan 3.

“Puluhan sapi mati. Yang masih hidup banyak yang terpaksa dijual murah, dan sebagian lagi hanya bisa tergeletak lemah,” ungkapnya, Senin (23/3/2026).

Baca Juga :  Viral! Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian, Enam Bulan Dirumahkan Tanpa Surat

Ia juga menyampaikan kekecewaannya karena merasa belum ada penanganan langsung di lapangan saat kondisi ternak semakin kritis.

“Mungkin masih suasana Lebaran, jadi belum ada bantuan langsung. Padahal kondisi sapi warga sudah sangat parah,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Lampung Timur, Dwi Giyarti, membenarkan adanya wabah PMK di wilayah tersebut.

“Iya, benar. Kami sudah memantau dan langsung mengirim dua petugas ke lapangan, terdiri dari tenaga medik dan mantri hewan. Informasi lanjutan akan segera kami sampaikan,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Secara umum, sapi yang terjangkit PMK menunjukkan gejala seperti demam tinggi mencapai 39–41 derajat Celsius, produksi air liur berlebih hingga berbusa, serta munculnya luka atau lepuh di bagian mulut, termasuk lidah, gusi, moncong, hingga sela kuku. Kondisi ini membuat sapi tampak lemas, kehilangan nafsu makan, dan pincang akibat luka pada kaki.

Baca Juga :  Naik Perahu, Gibran Tinjau Progres Pembangunan Jembatan Way Bungur

Sebagai langkah pencegahan, peternak diimbau untuk segera memisahkan ternak yang sakit dari yang sehat, melaporkan kasus ke Dinas Peternakan atau Puskeswan setempat, serta rutin melakukan disinfeksi kandang.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak menjual ternak yang sedang sakit karena berpotensi memperluas penyebaran virus. (*)

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Prabowo Perintahkan Fokus Penanganan Karhutla Way Kambas
Presiden Prabowo Instruksikan Respons Cepat, Bantuan Kembali Dikirim ke NTT dan Kalimantan
Kebakaran Kembali Muncul di TNWK, Bupati Lamtim Turun Langsung Percepat Pemadaman
Gubernur Mirza Turun Langsung Pastikan Karhutla Tak Merembet ke Way Kambas
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, 161 Ribu Warga Mengungsi
Karhutla Ancam Way Kambas, Gubernur Pastikan Api Tak Meluas
Prabowo Perintahkan Tambah Helikopter dan Personel Tangani Karhutla
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Prabowo Perintahkan Fokus Penanganan Karhutla Way Kambas

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:23 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Respons Cepat, Bantuan Kembali Dikirim ke NTT dan Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Kebakaran Kembali Muncul di TNWK, Bupati Lamtim Turun Langsung Percepat Pemadaman

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:37 WIB

Gubernur Mirza Turun Langsung Pastikan Karhutla Tak Merembet ke Way Kambas

Berita Terbaru

LAMPUNG SELATAN

Poltekimipas 2026 Buka Formasi Khusus Putra-Putri Papua

Senin, 24 Agu 2026 - 18:31 WIB

LAMPUNG SELATAN

Mau Jadi Taruna Poltekimipas? Siapkan 12 Dokumen Ini

Senin, 24 Agu 2026 - 18:30 WIB

BREAKING NEWS

Prabowo Perintahkan Fokus Penanganan Karhutla Way Kambas

Senin, 24 Agu 2026 - 18:26 WIB

BREAKING NEWS

Senin, 24 Agu 2026 - 18:13 WIB