Mahasiswa FISIP Unila Mendesak Pemerintah Pusat Segera Menetapkan Status Bencana Nasional di Sumatera

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Susilo Hidayat Rangga

Melihat Bencana yang saat ini terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah memenuhi seluruh indikator yang secara hukum diatur dalam UU No. 24 Tahun 2007 Pasal 7 ayat (2) untuk dikategorikan sebagai Bencana Nasional.

Pertama, jumlah korban yang telah mencapai 442 jiwa jelas memenuhi unsur besarnya korban manusia, yang merupakan indikator paling mendasar dalam penetapan bencana nasional. Jumlah korban kemungkinan akan terus bertambah melihat dari banyaknya korban yang hingga hari ini belum ditemukan.

Kedua, kerusakan infrastruktur yang masif jembatan putus, jalan amblas, dan akses wilayah yang terisolasi total menunjukkan bahwa skala kerusakan sudah berada di luar kapasitas pemerintah daerah untuk menanganinya sendiri.

Baca Juga :  Pemkab Lampura Buka Seleksi 11 JPTP, Berikut Jadwal dan Syaratnya

Ketiga, aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat di banyak titik terdampak lumpuh sepenuhnya.

Keempat, cakupan wilayah terdampak yang meliputi tiga provinsi sekaligusq.

Kelima, kompleksitas penanganan yang melibatkan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, serta kebutuhan koordinasi lintas kementerian menunjukkan bahwa karakter bencana ini tidak mungkin ditangani tanpa intervensi penuh pemerintah pusat sebagaimana amanat undang-undang.

Berdasarkan lima kriteria itu, tidak ada alasan rasional bagi pemerintah pusat untuk tidak segera menetapkan peristiwa ini sebagai BENCANA NASIONAL.

Susilo menduga adanya persoalan struktural terkait pengawasan lingkungan. Banyaknya kawasan hutan yang rusak, pohon yang sudah disenso.

Indikasi deforestasi membuat dugaan terhadap illegal logging bukan sekadar asumsi, tetapi Fakta empiris melihat banyaknya batang pohon yang sudah ditebang sebagai bukti lemahnya fungsi pengawasan negara.

Baca Juga :  Usai Diperiksa 11 Jam, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Digiring ke Rutan Polda Lampung

Dalam kerangka teori environmental governance, kementerian yang bertanggung jawab atas bencana ini adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ketika kerusakan hutan memperparah bencana dan menghilangkan fungsi ekologis serta adanya dugaan ilegal logging. maka persoalan ini bukan lagi bencana alam semata tetapi bencana akibat kelalaian kebijakan.

Oleh karena itu, saya menilai bahwa Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus bertanggung jawab. karna terbukti pembiaran atau lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pembalakan liar.

Maka pemecatan menteri adalah langkah yang sangat tepat, serta meminta presiden untuk memecat kepala BNPB terkait Komunikasi publik ditengah kondisi masyarakat yang sedang terkena musibah. (*)

Berita Terkait

Pulang ke Almamater, Ketua HIPMI Lampung Gilang Ramadhan Suntik Semangat Wirausaha Pelajar
Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal
Tiga Calon Rebut Kursi Rektor Unila, Budiyono Unggul di Pemungutan Suara Senat
24 Pegawai Lamtim Terancam Sanksi Berat, Sekda: Dua Sudah Dipecat
Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi
Presiden PKS: Swasembada Pangan Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Petani
Karhutla Way Kambas Mereda Usai Hujan, Gubernur Pastikan Satwa Aman
Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WIB

Pulang ke Almamater, Ketua HIPMI Lampung Gilang Ramadhan Suntik Semangat Wirausaha Pelajar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Tiga Calon Rebut Kursi Rektor Unila, Budiyono Unggul di Pemungutan Suara Senat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:02 WIB

24 Pegawai Lamtim Terancam Sanksi Berat, Sekda: Dua Sudah Dipecat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Disiplin ASN Lamtim Disorot, Sekda Tegaskan Sanksi Berjenjang

Senin, 2 Nov 2026 - 12:12 WIB