Omset Pengusaha Ikan Asin Pulau Pasaran Turun Hingga 20 Persen, Ini Penyebab Utamanya

- Jurnalis

Jumat, 6 Agustus 2021 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teri Nasi, salah satu produk yang dikembangkan UMKM di Pulau Pasaran, Bandarlampung, Jumat (6/8/2021). FOTO: Sulaiman

Teri Nasi, salah satu produk yang dikembangkan UMKM di Pulau Pasaran, Bandarlampung, Jumat (6/8/2021). FOTO: Sulaiman

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Dampak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), turut dirasakan oleh pengusaha UMKM di sentra pembuatan teri dan ikan asin Pulau Pasaran, Kelurahan Kotakarang, Bandarlampung.

Salah satu pemilik usaha pembuatan teri asin Toto Hariyanto menerangkan, PPKM sangat berpengaruh terhadap penjualan. Namun untuk sistem pengiriman sebetulnya tidak ada masalah.

Hal itu karena ikan masuk ke dalam bahan pokok, jadi tidak ada kendala pengiriman ke tempat penjualan ikan.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Distribusikan 100 Ribu Dosis Vaksin PMK Hewan Ternak

Pengusaha masih bisa mendistribusikan teri asin ke Jakarta, Medan, Karawang, Cianjur, Kali Baru, dan lain-lain.

“Tapi yang menjadi masalah ketika barang sampai ke tempat penjualan. Pembelinya yang kurang, karena PPKM juga kan pembelinya agak terbatas,” ungkapnya pada Jumat (6/8/2021).

Toto juga mengatakan untuk harga masih stabil. Hanya saja karena pembeli sepi, sehingga barang di Jakarta tak terjual. Kemudian barang dari daerah lain juga datang bersamaan, sehingga harga turun.

Baca Juga :  Bulog Lampung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak, Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026

Saat ini, lanjut Toto, harga produk teri dan ikan asin di Pulau Pasaran tidak berubah. Masih sama seperti bulan kemarin.

Misalnya harga teri nasi masih Rp100-110 ribu, ikan teri bunyo Rp75 ribu, teri jengki Rp50 ribu, cumi baby Rp120 ribu, dan cumi biasa Rp100 ribu, semuanya perkilogram.

“Tapi meskipun harga normal, karena pengaruh PPKM ini omset menurun hingga 20 persen,” kata dia. (*)

Red

Berita Terkait

Prihatin Dugaan Ancaman Terhadap Wartawan, Triga Lampung Desak Gubernur Evaluasi Kepala Dinas PSDA
Ketua Dewan Korpri Marindo Kurniawan, Kukuhkan Pengurus PAW Kabupaten Way Kanan Masa Bakti 2023-2028
Sekdaprov Marindo Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Kawasan Kota Baru
Gelar Diskusi Olahraga, PWI Lampung Matangkan Kesiapan Porwanas 2027
Resmi! Kejati Lampung Tetapkan Mantan Gubernur Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi PT LEB
Sekdaprov Marindo Paparkan Penguatan Transformasi Ekonomi Daerah, Hilirisasi Komoditas di Acara Bank Indonesia Tahun 2026
Warga Serbu Pasar Murah Polresta Bandar Lampung, Solusi Nyata di Tengah Gejolak Harga
Wagub Jihan Hadiri Harlah Muslimat NU ke-80, Perkuat Peran Perempuan Dalam Pemberdayaan Ekonomi
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 17:53 WIB

Prihatin Dugaan Ancaman Terhadap Wartawan, Triga Lampung Desak Gubernur Evaluasi Kepala Dinas PSDA

Kamis, 30 April 2026 - 14:36 WIB

Ketua Dewan Korpri Marindo Kurniawan, Kukuhkan Pengurus PAW Kabupaten Way Kanan Masa Bakti 2023-2028

Rabu, 29 April 2026 - 22:04 WIB

Sekdaprov Marindo Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Kawasan Kota Baru

Rabu, 29 April 2026 - 18:31 WIB

Gelar Diskusi Olahraga, PWI Lampung Matangkan Kesiapan Porwanas 2027

Selasa, 28 April 2026 - 22:48 WIB

Resmi! Kejati Lampung Tetapkan Mantan Gubernur Arinal Djunaidi Tersangka Korupsi PT LEB

Berita Terbaru

LAMPUNG SELATAN

Pimpin APINDO Lamsel, Fikry Dorong Sinergi Pengusaha dan Pemerintah

Rabu, 29 Apr 2026 - 20:20 WIB