Panen Raya di Pasir Sakti, Program Petani Mitra Adhyaksa Buktikan Sinergi untuk Kesejahteraan Petani

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, PASIR SAKTI – Sinergi antara Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Timur (Lamtim) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamtim kembali ditunjukkan melalui Panen Raya Padi Program Petani Mitra Adhyaksa (PMA) yang digelar di Desa Pasir Sakti, Kecamatan Pasir Sakti, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah daerah, kejaksaan, dan petani dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Panen raya tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Lamtim Azwar Hadi, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Lamtim Alifin Nurrahmana Wanda yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lamtim, perwakilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (KPTPHP), perwakilan Kodim 0429/Lampung Timur, Forkopimcam, serta Kepala Desa Pasir Sakti Suwarto.

Kepala Desa Pasir Sakti, Suwarto, menjelaskan bahwa desanya memiliki satu gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan 16 kelompok tani yang mengelola sekitar 340 hektare lahan sawah. Selain itu, Desa Pasir Sakti juga mendapat dukungan Program CSR Cetak Sawah Rakyat seluas 355 hektare yang dikerjakan bersama TNI.

Namun, pada musim tanam kedua (MT II) tahun ini, produktivitas padi mengalami penurunan akibat gangguan pada tanaman. Jika pada musim tanam pertama hasil panen mampu mencapai 7–8 ton per hektare, kini rata-rata produksi berada di angka 6,15 ton per hektare.

Baca Juga :  Petani di Lamtim Curhat Soal Harga Singkong hingga Jalan Rusak, Wapres Gibran Siapkan Solusi

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para petani. Suwarto mengungkapkan rasa syukur karena harga gabah saat ini mencapai Rp7.200 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga tertinggi yang pernah diterima sebelumnya, yakni sekitar Rp6.500 per kilogram.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Lamtim, Alifin Nurrahmana Wanda, menegaskan bahwa Program Petani Mitra Adhyaksa merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pendampingan sekaligus perlindungan hukum kepada para petani.

“Panen hari ini membuktikan bahwa ketika petani, pemerintah, dan kejaksaan berjalan bersama, potensi desa dapat berkembang menjadi kekuatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hukum hadir bukan untuk menakuti petani, tetapi memberikan kepastian, perlindungan, dan pendampingan agar kegiatan pertanian berjalan baik dan terhindar dari persoalan hukum,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh petani yang telah bergabung dalam Program Petani Mitra Adhyaksa. Menurutnya, petani memiliki peran strategis sebagai penopang ketahanan pangan nasional sehingga kemitraan tersebut diharapkan terus berkembang demi terwujudnya petani yang sejahtera dan desa yang semakin maju.

Wabup Lamtim Azwar Hadi turut mengapresiasi Kejari Lamtim atas pelaksanaan Program Petani Mitra Adhyaksa yang dinilai mampu meningkatkan motivasi petani dalam mengembangkan sektor pertanian.

“Atas nama Pemkab Lamtim, kami mengucapkan terima kasih kepada Kejari Lamtim atas sinergi yang telah dibangun melalui Program Petani Mitra Adhyaksa. Program ini menjadi kolaborasi yang sangat baik dalam mendukung pembangunan sektor pertanian,” kata Azwar.

Baca Juga :  Peneliti Soroti Potensi Sorgum, Kunci Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Azwar menjelaskan, Kabupaten Lamtim memiliki potensi pertanian yang sangat besar dengan luas lahan sawah mencapai 55.941 hektare. Potensi tersebut menjadi modal utama dalam menjaga ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian, peningkatan kualitas benih, pendampingan penyuluh, hingga penguatan kelembagaan petani.

Ia juga mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan air, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga fluktuasi harga gabah.

Untuk itu, para petani didorong meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi pertanian, penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu, serta mekanisasi pertanian.

Tak hanya itu, Azwar mengajak generasi muda agar tidak ragu terjun ke dunia pertanian. Menurutnya, sektor pertanian kini telah berkembang menjadi bidang usaha modern yang memiliki prospek cerah dan berperan penting dalam pembangunan ekonomi daerah.

Panen Raya Program Petani Mitra Adhyaksa di Desa Pasir Sakti diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan di Kabupaten Lamtim. (*)

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Peneliti Soroti Potensi Sorgum, Kunci Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:09 WIB

Panen Raya di Pasir Sakti, Program Petani Mitra Adhyaksa Buktikan Sinergi untuk Kesejahteraan Petani

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:59 WIB

Peneliti Soroti Potensi Sorgum, Kunci Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:38 WIB