Peneliti Soroti Potensi Sorgum, Kunci Ketahanan Pangan Berkelanjutan

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorgum Berpotensi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional.
Foto: Sonora.id

Sorgum Berpotensi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional. Foto: Sonora.id

LAMPUNGCORNER.COM — Di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan, tanaman sorgum (Sorghum bicolor) kembali dilirik sebagai alternatif strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sorgum yang sempat kurang populer ini dinilai memiliki keunggulan karena mampu tumbuh di lahan kering, tahan terhadap kondisi ekstrem, serta memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap.

Selain itu, komoditas ini juga berpotensi diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Hal tersebut terungkap dalam penelitian berjudul Potensi Sorgum dalam Sistem Pangan Berkelanjutan NTB: Tinjauan Sejarah, Gizi, Fitokimia, Bioaktivitas, dan Strategi Pengembangan yang diterbitkan dalam Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6 pada 29 Juni 2026.

Dalam kajian tersebut disebutkan, sorgum memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi di lahan marginal dan wilayah dengan curah hujan rendah.

Baca Juga :  Panen Raya di Pasir Sakti, Program Petani Mitra Adhyaksa Buktikan Sinergi untuk Kesejahteraan Petani

Karakteristik ini menjadikannya cocok dikembangkan di daerah yang rentan kekeringan akibat perubahan iklim.

Tak hanya itu, biji sorgum juga mengandung karbohidrat, protein, serat pangan, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif seperti fenolik dan flavonoid.

Kandungan ini menjadikan sorgum tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga berpotensi sebagai pangan fungsional yang mendukung kesehatan.

Peneliti juga menyoroti bahwa hampir seluruh bagian tanaman sorgum dapat dimanfaatkan. Biji dapat diolah menjadi tepung, mi, roti, hingga biskuit bebas gluten.

Sementara batang dan daun dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun bahan baku bioindustri, sehingga memberikan nilai tambah bagi petani.

Baca Juga :  Lahan 2.300 Meter Persegi di Totokaton Hasilkan Pangan dari Kebun hingga Ternak

Meski memiliki prospek menjanjikan, pengembangan sorgum di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan.

Ketergantungan masyarakat terhadap beras, keterbatasan budidaya, serta minimnya inovasi produk olahan menjadi kendala utama.

Karena itu, peneliti merekomendasikan penguatan riset, penyediaan benih unggul, edukasi kepada masyarakat, serta dukungan kebijakan pemerintah untuk mendorong pengembangan sorgum dari hulu hingga hilir.

Dengan kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim, kandungan gizi yang tinggi, serta peluang pengembangan industri olahan, sorgum dinilai layak menjadi salah satu komoditas strategis dalam mendorong diversifikasi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di masa depan. (*)

Berita Terkait

Lahan 2.300 Meter Persegi di Totokaton Hasilkan Pangan dari Kebun hingga Ternak
Panen Raya di Pasir Sakti, Program Petani Mitra Adhyaksa Buktikan Sinergi untuk Kesejahteraan Petani
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Lahan 2.300 Meter Persegi di Totokaton Hasilkan Pangan dari Kebun hingga Ternak

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:09 WIB

Panen Raya di Pasir Sakti, Program Petani Mitra Adhyaksa Buktikan Sinergi untuk Kesejahteraan Petani

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:59 WIB

Peneliti Soroti Potensi Sorgum, Kunci Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Berita Terbaru