Pantau Iklim, PTPN Group Gunakan AWS Nusaklim

- Jurnalis

Rabu, 14 Desember 2022 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan training of trainer (ToT) pelatihan bagi calon pelatih) pemanfaatan AWS Nusaklim secara virtual dari Jakarta, Selasa (13/12/22). Foto: Humas PTPN VII

Pembukaan training of trainer (ToT) pelatihan bagi calon pelatih) pemanfaatan AWS Nusaklim secara virtual dari Jakarta, Selasa (13/12/22). Foto: Humas PTPN VII

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Nusaklim adalah peranti stasiun deteksi iklim otomatis atau automatic weather station (AWS), hasil penelitian Pusat Penelitin Kelapa Sawit PT. Riset Perkebunan Nusantara (PPKS-RPN). Alat ini akan diaplikasikan di semua anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Holding).

Hingga sekarang, sebanyak 26 unit AWS Nusaklim telah terinstal di PTPN I sampai XIV dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan.

Komitmen itu disampaikan Mahmudi, Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN Holding saat membuka training of trainer (ToT) pelatihan bagi calon pelatih pemanfaatan AWS Nusaklim secara virtual dari Jakarta, Selasa (13/12/22).

Sedangkan peserta ikut training terdiri dari perwakilan PTPN I sampai XIV dan berlangsung secara tatap muka di Kantor Direksi PTPN VII, Bandar Lampung.

PTPN yang bergerak di bidang agro sangat membutuhkan data real time tentang perubahan iklim. Data itu sangat penting agar kebijakan seperti pemupukan, mulai tanam, dan berbagai perlakuan bisa tepat dan efektif.

“Penggunaan AWS Nusaklim ini adalah bagian dari komitmen kita melakukan transformasi bisnis dengan operational excellence,” kata Mahmudi.

Agenda PTPN Holding ini menghadirkan PPKS yang merupakan pengelola AWS Nusaklim.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari meliputi pengetahuan umum dan teaori dasar sistem kerja AWS Nusaklim. Kemudian dilanjutkan dengan praktik memanfaatkan AWS Nusaklim yang akan dilaksanakan di PTPN VII Unit Rejosari-Pematangkiwah.

Mahmudi mengatakan, digelarnya traning ini menjawab tantangan kedepan, bagaimana mengahadapi perubahan iklim dan cuaca.

Ia mengucapkan terima kasih kepada PPKS—PT RPN sebagai leading sector pemanfaatan AWS Nusaklim. Begitu juga kepada PTPN VII yang sudah menjadi tuan rumah ToT.

Mahmudi menggaris bawahi, makna operational excellence sebagai pondasi untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Karena kinerja perusahaan perkebunan sangat dipengaruhi operasional.

Selain itu, dari sisi keuangan juga cukup berpangaruh bagaimana mengelola produksi, bagaimana mengatur keseimbangan antara biaya produksi dengan biaya efisiensi.

“Untuk melaksanakan operational excellence ini kita perlu upaya dengan meningkatkam produktivitas dan efisiensi biaya. Penggunaan AWS Nusaklim ini adalah salah satu upaya itu,” kata dia.

Baca Juga :  Pancasila Jangan Berhenti di Dinding Kantor

Mahmudi memaparkan, pada tahun 2021, PTPN Grup bisa meningkatkan produkvitas kelapa sawit mencapai 8 persen dari tahun 2020 dengan angka produksi 21,07 ton per hektare. Dan ditahun 2022 ini, dicanangkan bisa menembus angka produksi 22 ton per hektare.

“ini tidak terlepas dari berbagai tantangan, agar kita menjadi yang the best danjuara,” imbuhnya.

Tentang AWS Nusaklim, Mahmudi menyebut perubahan iklim dan cuaca sebagai tantangan untuk bisa mengelola keadaan.

AWS Nusaklim, kata dia, merupakan suatu terobosan untuk mengenal perubahan iklim yang bisa memandu manajemen, dimana dan kapan kita harus melakukan efisiensi.

“Dengan perubahan data data yang ada maka akan mengetahui juga hama penyakit apa yang mengancam, dan kita bisa mempersiapakan lebih intensif untuk menghasilkan tanaman yang lebih sehat.” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Mahmudi berpesan kepada semua peserta baik hadir secara offline dan online agar dapat memahami secara tehnis untuk betul-betul mengetahaui bagaimana memanfaatkan aplikasi ini dengan baik.

Sehingga sistem ini berjalan dengan baik, dan ini merupakan culture baru didalam pekerjaan kita.

“Di setiap PTPN harus dapat menghasilkan percepatan, setiap kebun dan afdeling yang menggunakan sistem ini harus dapat mengelola dengan baik dan cepat.” kata Mahmudi.

Sementara itu Direktur PTPN VII Ryanto Wisnuardhy mengatakan, sistem AWS ini sangat cocok untuk PTPN VII.

Dimana wilayah kerjanya ada di tiga Provinsi yakni Sumatera Selatan, Lampung dan Bengkulu. PTPN VII mengelola empat komoditas berupa sawit, karet, tebu dan teh, dan terluas dari seluruh PTPN group.

“Kami berharap sistem AWS ini dapat segera diterapkan, karena sangat membantu dalam mengetahui iklim.” kata Ryanto.

Menurutnya, pelatihan ini sebagai wadah transfer knowledge dari peserta pelatihan kepada personil di tingkat kebun. Harapannya dapat memahami dan menggunakan AWS Nusaklim sesuai dengan fungsi dan kemanfaatannya.

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diminta dapat melakukan pembacaan, pengolahan data maupun pemanfaatan AWS Nusaklim secara mandiri.

Sehingga dapat membantu Management dalam hal forcasting dan kesediaan data terkait estimasi produksi, waktu yang tepat dalam melakukan pemupukan maupun kegiatan tehnis lainnya di lapangan.

Baca Juga :  Pleno Terakhir PWI Lampung, Konferprov Digelar 1 Desember

Pada kegiatan tersebut, sesi pertama diberikan materi oleh Kepala Divisi Operasional Kelapa Sawit dan Karet Holding PTPN III, Desmanto.

Dalam paparannya Desmanto menjelaskan tentang pentingnya iklim dalam usaha perkebunan.

Ia mengatakan, dalam usaha perkebunan paling besar dipengaruhi oleh iklim. Bila sudah mengetahui iklim, maka akan tahu tanaman apa yang bisa ditanam dan kapan melakukan treatmen atau perlakuan agronomis.

Desmanto mengatakan, AWS Nusaklim memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan stasiun klimatologi konvensional yang selama ini digunakan.

AWS merupakan versi otomatis dari pengukur unsur iklim konvensional dan memiliki banyak sensor. Alat tersebut, bisa dipantau secara real time dan data lebih presisi.

Lebih lanjut Desmanto, menjelaskan di PTPN tahap pertama sudah terpasang sebanyak 26 Unit tersebar dari PTPN I sampai XIV.

Ditambah stasiun konvensional yang sudah ada. Secara keseluruhan PTPN Grup sudah terpasang 42 unit sebagai stasiun monitoring iklim dan cuaca berbasis website.

Dia menambahkan, AWS ini menjadi salah satu strategic inisiatif Direktorat Produksi dan Pengembangan untuk operational excellence yang lebih baik.

Salah satu keunggulannya adalah dalam hal forcesting/perkiraan produksi, serta menentukan waktu yang tepat dalam melakukan pemupukan dan lain-lain.

Sistem monitoring yang terdiri dari AWS telemetri + aplikasi monitoring kondisi iklim berbasis web secara realtime dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

“Aplikasi ini akan menyajikan dan menganalisis data iklim “siap pakai” untuk users.” ujar Desmanto.

Diharapkan, dengan penggunaan AWS dapat membantu Institusi dalam operational excellence dalam hal ketepatan data untuk mengambil keputusan pengelolaan tanaman, serta memprediksi serangan hama penyakit Early Warning System (EWS)

“AWS dapat dijadikan rujukan sebagai operational excelence usaha perkebunan. Salah satunya dengan memberikan estimasi kapan waktu terbaik dalam melakukan pemupukan, pemeliharaan dan eksploitasi tanaman dari sisi agroklimat,” pungkasnya. (*)

Red

Berita Terkait

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal
Tiga Calon Rebut Kursi Rektor Unila, Budiyono Unggul di Pemungutan Suara Senat
Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi
Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama
Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi
Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya
Musda V LPM Lampung: Yuhadi Menguat, Ali Sopian dan Sabnu Alie Siap Bersaing
Berita ini 208 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi

Berita Terbaru

Kondisi terkini TPA Bakung, Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:06 WIB