Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Pegawai Koperasi Pandra (21) ditemukan tewas dihabisi oleh seorang pedagang siomay, Salam (46). Korban ditemukan tak bernyawa dan dibuang ke sungai. Kasus ini diekspost oleh jajaran Polda Lampung, GSG Mapolda, Jumat (1/08/2025).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung, Kombes Indra Hermawan, dalam keterangan pers bersama Kabidhumas Kombes Yuni Iswandari Yuyun, mengungkap kronologi kejadian.
“Awal mula pada hari Minggu (27/7) sore, korban mendatangi pelaku yang meminjam uang koperasi Rp500 ribu untuk modal dagang somay. Pembayaran seminggu sekali Rp125 ribu selama sebulan,” ungkap Indra Hermawan
Lebih lanjut ia menyampaikan, pada saat ditagih pelaku pura-pura mau pinjam ke saudara sehingga dibonceng korban. Ternyata pelaku sudah membawa snar pancing dan golok.
“Saat sudah berada di tengah jalan, leher korban dijerat lalu digorok kemudian mayatnya dijatuhkan ke sungai di Natar. Usai membunuh, pelaku menjual motor korban Honda Beat Rp4,4 juta,” lanjut Indra.
Namun sebelumnya, satu SST (Satuan Setingkat Pleton) dari Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Lampung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengamanan di TKP, Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (31/07), pukul 11.30 WIB. Pasukan dipimpin langsung oleh Danki 3A Pelopor, AKP Bakhtiar Murat.
Situasi makin memanas. Sekitar pukul 12.30 WIB, massa yang diduga berasal dari keluarga korban melakukan aksi balasan dengan membakar rumah milik terduga pelaku, Salam. Insiden pembakaran terjadi di Desa Purworejo RT/RW 30/11, Kelurahan Branti Raya.
Brimob Lampung mengambil langkah cepat untuk mengendalikan situasi dan mengamankan lokasi ini menunjukkan komitmen sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas Kamtibmas di tengah potensi konflik sosial. (*)









