Penuh Makna, Prosesi Turun Mandei Sempurnakan Penganugerahan Gelar Adat Pangdam XXI/Radin Inten

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dari kiri ke kanan, Aditiya Putra Bayu berjuluk Sangun Rajo, Ansyori Sabak gelar Suttan Rajo Putra Negara, Mustofa, Kristomei Sianturi gelar Pangeran Satria Negara, Rahmat Mirzani Djausal gelar Suntan Tihang Marga, Hamartoni Ahadis gelar Pangeran Dewantara, dan Hi. Faisol Djausal gelar Suttan Raja Mulya.

Foto dari kiri ke kanan, Aditiya Putra Bayu berjuluk Sangun Rajo, Ansyori Sabak gelar Suttan Rajo Putra Negara, Mustofa, Kristomei Sianturi gelar Pangeran Satria Negara, Rahmat Mirzani Djausal gelar Suntan Tihang Marga, Hamartoni Ahadis gelar Pangeran Dewantara, dan Hi. Faisol Djausal gelar Suttan Raja Mulya.

LampungCorner.com, LAMSEL – Suasana khidmat dan penuh nilai budaya mewarnai prosesi Turun Mandei dalam rangkaian Begawi Festival 2026 yang digelar di Radin Inten Beach, Pantai Pasir Putih, Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Ketibung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Sabtu (11/7/2026).

Pada momen bersejarah tersebut, Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, resmi dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung.

Prosesi adat yang sarat makna itu menjadi penutup sekaligus penyempurna rangkaian penganugerahan gelar adat Pangeran Satria Negara kepada Pangdam XXI/Radin Inten.

Pengukuhan tersebut menandai diterimanya Mayjen TNI Kristomei Sianturi sebagai keluarga adat Lampung dengan tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kehormatan, serta tanggung jawab sosial.

Dalam tradisi adat Lampung, Turun Mandei merupakan salah satu tahapan penting yang memiliki makna mendalam. Prosesi diawali dengan Kanjauan atau penyambutan tamu, yakni penerimaan rombongan keluarga besar yang membawa seserahan adat dengan iringan alat musik tradisional.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-26, PWP Ulubelu dan CSR PGE Tebar Kepedulian untuk Teman Disabilitas

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Tari Cangget Agung, tarian sakral yang dibawakan para muli mekhanai sebagai bentuk penghormatan sekaligus menjadi saksi prosesi adat yang berlangsung.

Tahapan berikutnya adalah Nguruk di Way atau Turun Mandei, yakni prosesi mengantarkan calon penyandang gelar menuju sumber air sebagai simbol penyucian lahir dan batin sebelum mengemban amanah adat yang baru.

Puncak prosesi ditandai dengan Cakak Pepadun, saat calon penyandang gelar menaiki singgasana kayu berukir sebagai simbol pengesahan sekaligus pengumuman resmi gelar adat oleh para pemangku adat.

Sebelumnya, rangkaian Begawi Festival 2026 juga dihadiri sejumlah tokoh adat Lampung dari unsur Saibatin maupun Pepadun, di antaranya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bergelar Suntan Tihang Marga, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis bergelar Pangeran Dewantara, Ansyori Sabak bergelar Suttan Rajo Putra Negara, Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama bergelar Khadin Sampurna, mantan Bupati Lampung Tengah Mustofa, serta Presiden BEM UNILA Aditiya Putra Bayu berjuluk Sangun Rajo.

Baca Juga :  Bela Budaya 2026 Ditunggu Masyarakat, Panitia Percepat Finalisasi Persiapan

Selain Turun Mandei, kegiatan juga dirangkaikan dengan prosesi Angkon Muakhi, yaitu tradisi pengukuhan ikatan persaudaraan adat antara Pangdam XXI/Radin Inten dengan Gubernur Lampung, para tokoh adat, dan tokoh daerah. Tradisi tersebut menjadi simbol kuat nilai-nilai luhur masyarakat Lampung yang mengedepankan persaudaraan, kebersamaan, serta semangat gotong royong.

Begawi Festival 2026 turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, jajaran Kodam XXI/Radin Inten, Forkopimda Provinsi Lampung dan Kabupaten Lamsel, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis didampingi para kepala dinas dan asisten, para pemangku adat, akademisi Universitas Lampung, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat.

Melalui kegiatan ini, seluruh pemangku kepentingan kembali menegaskan komitmen bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mewariskan budaya Lampung sebagai identitas daerah yang menjadi perekat persaudaraan dan kebanggaan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Peringati HUT ke-26, PWP Ulubelu dan CSR PGE Tebar Kepedulian untuk Teman Disabilitas
Bela Budaya 2026 Ditunggu Masyarakat, Panitia Percepat Finalisasi Persiapan
HKTI Lampung Berkurban, Dua Desa di Lampung Selatan Terima Bantuan Sapi
Kisah Haru Multazam, Jemaah Haji Termuda Lampura yang Menunaikan Amanah Orang Tua
398 Jemaah Haji Lampung Utara Dilepas, Ini Pesan Bupati Hamartoni
232 Calon Haji Kloter 14 Lampung Timur Diberangkatkan, Ini Pesan Penting Bupati Ela
Dari Panggung ke Pengabdian, Muli Mekhanai Lampura 2026 Siap Bawa Nama Baik Daerah
Pentingnya Menanam Pohon, Ini 5 Manfaatnya!
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:11 WIB

Penuh Makna, Prosesi Turun Mandei Sempurnakan Penganugerahan Gelar Adat Pangdam XXI/Radin Inten

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:58 WIB

Peringati HUT ke-26, PWP Ulubelu dan CSR PGE Tebar Kepedulian untuk Teman Disabilitas

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:50 WIB

Bela Budaya 2026 Ditunggu Masyarakat, Panitia Percepat Finalisasi Persiapan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:03 WIB

HKTI Lampung Berkurban, Dua Desa di Lampung Selatan Terima Bantuan Sapi

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:03 WIB

Kisah Haru Multazam, Jemaah Haji Termuda Lampura yang Menunaikan Amanah Orang Tua

Berita Terbaru

Kebarakan, jl cengkeh 5, RT 06, Lingkungan II Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa Kota BandarLampung
Foto: Damkar

Pariwisata

Diduga Korsleting, Rumah di Rajabasa Ludes Terbakar

Minggu, 12 Jul 2026 - 11:45 WIB