Prestasi Gemilang BNNP Lampung Sita 28,3 Kg Sabu, Hingga Selesaikan 29 Perkara Sepanjang Tahun 2025

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Selama tahun 2025, berbagai program penanganan permasalahan narkotika telah dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, baik di bidang pencegahan dan pemberdayaan, rehabilitasi penyalahguna narkotika, penguatan hukum dan kerja sama, serta pemberantasan sindikat narkotika.

Kepala BNNP Lampung Kombes Pol Sakeus Ginting menjelaskan dengan segala keterbatasan sumber daya yang dimiliki dan melalui penguatan kolaboratif, BNNP Lampung terus berupaya melaksanakan penanganan permasalahan narkotika secara maksimal.

Penguatan kolaborasi dengan seluruh pihak dalam bingkai semangat kebersamaan menghadirkan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pada tahun 2025, BNNP Lampung menargetkan 19 berkas perkara dan berhasil merealisasikan 29 berkas perkara (over prestasi),” jelasnya saat melakukan press release di Aula lantai 3 kantor BNNP Lampung, Senin (29/12/2025).

Sepanjang tahun tersebut, BNNP Lampung bersama aparat penegak hukum lainnya secara kolaboratif dan terpadu berhasil mengungkap 14 kasus tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika.

Kombes Pol Sakeus mengungkapkan barang bukti narkotika yang berhasil disita terdiri dari sabu seberat 28.333,18 gram, ganja seberat 870 gram, dan ekstasi sebanyak 64 butir.

Selain itu, BNNP Lampung juga menyita barang bukti non-narkotika berupa 32 unit telepon genggam, 6 unit mobil, 5 unit sepeda motor, uang tunai sebesar Rp17.157.000,00, serta uang dalam rekening senilai Rp5.300.000,00.

“Pada tahun 2025 ini, BNNP Lampung mencatatkan sejarah dalam pemberantasan narkotika melalui keberhasilan mengungkap kasus penyelundupan sabu seberat 14.952,80 gram dari kendaraan roda empat yang ditangkap di Jalan Tol Palembang-Bakauheni KM 240, tepatnya di Exit Gardu Tol Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, pada 16 Maret 2025,” sambungnya.

Baca Juga :  Dinsos Lampura Perkuat DTSEN, Bantuan Sosial Ditargetkan Tepat Sasaran

Dia menyampaikan BNNP Lampung juga terus bersinergi dengan TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya, termasuk pemerintah setempat.

Dalam melaksanakan operasi bersama pemberantasan dan pemulihan kampung narkotika di Desa Negara Ratu Wates dan Desa Gunung Sugih Baru, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, pada 7 November 2025.

Penindakan tersebut merupakan bentuk kehadiran nyata negara dalam memulihkan wilayah yang terpapar peredaran narkotika serta menjadi pesan tegas bahwa negara tidak mentoleransi wilayah yang dijadikan basis operasional sindikat narkotika.

“Selain itu, BNNP Lampung juga melaksanakan kegiatan rutin berupa:Join Operation: Seaport Interdiction terpadu dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait. Deteksi di pelabuhan, terminal, bandara, dan perusahaan ekspedisi,” ujarnya.

“Razia di tempat hiburan malam. Sepanjang tahun 2025, BNN Provinsi Lampung dan jajaran BNNK/Kota telah memberikan layanan asesmen terpadu kepada 1.132 orang, dengan hasil rekomendasi 1.128 orang menjalani rehabilitasi dan 4 orang tidak direkomendasikan rehabilitasi,” timpalnya.

Kemudian lanjutnya, dalam rangka penguatan kolaborasi, selama tahun 2025 BNNP Lampung dan BNNK/Kota jajaran secara resmi telah menandatangani 54 dokumen perjanjian kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan yang terdiri dari instansi pemerintah, BUMN, lingkungan pendidikan, dan komponen masyarakat.

Dokumen kerja sama tersebut menjadi landasan hukum operasional pelaksanaan berbagai inisiatif pencegahan dan pemberantasan narkotika yang lebih terorgarini dan terarah.

Baca Juga :  Dirjen Imigrasi Lantik Pejabat Baru, Hendarsam: Ini Momentum Pembenahan

“Pada tahun 2025, BNNP Lampung juga menggalakkan program pencegahan dan pemberdayaan yang menyasar enam desa yang diperkuat untuk mengembangkan Program Desa Bersinar. Program ini dikembangkan melalui pengintegrasian program pembangunan desa permasalahan dan potensi sumber daya desa, yang disesuaikan dengan karakteristik,” ujarnya.

Kombes Pol Sakeus juga menerangkan kegiatan pencegahan dan pemberdayaan terhadap keluarga juga telah menyasar 20 keluarga dengan total 240 anggota keluarga.

Melalui intervensi ketahanan keluarga anti narkotika dengan pendekatan pendidikan keluarga dan penguatan keterampilan pengasuhan.

Pencegahan di lingkungan pendidikan dikembangkan melalui integrasi kurikulum anti narkotika.

“Saat ini, BNN RI telah meluncurkan Program IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkotika) yang dapat diterapkan di sekolah sesuai segmentasi usia peserta didik,” imbuhnya.

Disampaikan nya juga dalam penguatan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota juga terus dilakukan untuk mendorong sistem ketanggapan daerah terhadap ancaman narkotika.

Pada tahun 2025, tercatat tiga kabupaten/kota berkategori sangat tanggap, yaitu Kabupaten Lampung Tengah, Tanggamus, dan Lampung Selatan, serta tiga kabupaten/kota berkategori tanggap, yaitu Kabupaten Way Kanan, Lampung Timur, dan Kota Metro.

“Dalam upaya penanganan penyalahgunaan narkotika, BNNP Lampung mengembangkan program rehabilitasi sebagai pilihan terbaik.

Sepanjang tahun 2025, BNNP Lampung dan BNNK/Kota jajaran melalui klinik pratama merehabilitasi 512 orang secara rawat jalan dan 262 klien pascarehabilitasi.

Loka Rehabilitasi BNN Kalianda juga merehabilitasi 228 orang secara rawat inap dan 4 orang secara rawat jalan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Update Gempa NTT: 53 Meninggal, 154 Rumah Rusak Berat
Bencana NTT, Pemerintah Siapkan Penanganan hingga Rehabilitasi
Bukan Rp12,05 Miliar, Ini Anggaran BPKAD Lampura Setelah Efisiensi
Gempa NTT: Prabowo Salurkan 50 Ribu Paket Sembako
Gempa M 7,7 Guncang NTT, 38 Orang Meninggal Dunia
Mensesneg: Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT
Peduli Warga Rentan, Dinsos Lampura Usulkan Bedah Rumah dan Bantuan Modal untuk Supri
Kelola Rp12,05 Miliar Pengadaan, BPKAD Lampura Utamakan Transparansi dan Akuntabilitas
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Update Gempa NTT: 53 Meninggal, 154 Rumah Rusak Berat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Bencana NTT, Pemerintah Siapkan Penanganan hingga Rehabilitasi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Bukan Rp12,05 Miliar, Ini Anggaran BPKAD Lampura Setelah Efisiensi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:22 WIB

Gempa NTT: Prabowo Salurkan 50 Ribu Paket Sembako

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Mensesneg: Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Update Gempa NTT: 53 Meninggal, 154 Rumah Rusak Berat

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:21 WIB

BREAKING NEWS

Bencana NTT, Pemerintah Siapkan Penanganan hingga Rehabilitasi

Minggu, 16 Agu 2026 - 15:29 WIB

Plt. Kepala BPKAD Lampura, Iskandar Helmi. Foto dok

BREAKING NEWS

Bukan Rp12,05 Miliar, Ini Anggaran BPKAD Lampura Setelah Efisiensi

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:51 WIB

BREAKING NEWS

Gempa NTT: Prabowo Salurkan 50 Ribu Paket Sembako

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:22 WIB