LAMPUNGCORNER.COM, Jakarta Utara – Seorang pria berinisial HK diketahui terinfeksi Omicron dari transmisi lokal. HK dijemput Satgas COVID-19 di tempat tinggal di Apartemen Condominium Green Bay Pluit, di Angke, Jakarta Utara.
Satgas lalu memeriksa sang istri. Rupanya, sang istri juga positif corona.
“Hasil istri sudah keluar siang ini positif per tanggal ambil sampel 23 Desember,” kata Kasudin Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati, dilansir dari Kumparan.com, Selasa (28/12/2021).
Yudi menjelaskan, belum diketahui apakah sang istri juga positif varian Omicron atau tidaknya. Sebab hasil sampel tes PCR masih diproses lebih lanjut. Saat ini sudah dijemput tim dari Puskesmas ke RSPI untuk melakukan karantina.
“Kepastian Omicron masih menunggu, hasil pcr + jenis virus (on process),” tambah dia.
Yudi mengatakan, untuk HK kasus pertama omicron transmisi lokal kini sudah dievakuasi ke RSPI Sulianti Saroso. Dia tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.
“Status suami positif omicron tanggal 19 Desember 2021,” ungkap Yudi.
Saat ini, tim dari Dinkes dan Satgas COVID-19 tengah melakukan tracing kontak erat sehingga dapat segera dites yang isolasi. Tujuannya tak lain untuk mencegah penyebaran omicron lebih luas.
Sebelumnya, Jubir Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, warga yang dievakuasi di Pluit itu merupakan kasus pertama transmisi lokal corona omicron di Indonesia. Satgas harus bekerja ekstra untuk membujuk warga itu agar mau dievakuasi.
“Apartemen Jakut, di awal beliau menolak dievakuasi ke RS Sulianti Saroso tapi DKI sudah berhasil menjelaskan dan memberi pemahaman. Penting sekali untuk melindungi,” kata Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/12/2021).
Dari penelusuran Satgas, pria itu tidak memiliki riwayat ke luar negeri. Tapi, dia punya catatan ke sejumlah tempat di Jakarta.
“Kasus laki-laki usia 37 tahun yang tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri. Pasien dan istri ini tinggal di Medan dan ke Jakarta 1 bulan sekali,” ungkap Nadia. (*)
Red















