Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung Ismet Roni meminta aparat kepolisian bergerak cepat dan menindak tegas para pelaku penimbunan BBM bersubsidi, terutama solar, yang belakangan marak terjadi di sejumlah daerah di Lampung.
Ia menegaskan, praktik kecurangan tersebut telah merugikan masyarakat, khususnya sopir truk, petani, dan nelayan yang sangat bergantung pada solar subsidi.
“Saya minta aparat dan Pertamina bertindak tegas. Jangan ada lagi SPBU yang bermain-main dengan solar subsidi karena ini hak rakyat,” tegas Ismet Roni, Selasa (18/11/2025)
Anggota Fraksi Golkar itu juga mendorong Pertamina memberikan sanksi tegas kepada pemilik SPBU yang nakal dan tidak mengutamakan kepentingan rakyat.
Ia mengatakan, ketegasan dari aparat dan Pertamina sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Ia juga berharap, pengawasan perlu diperketat di seluruh SPBU di Lampung untuk mencegah penyalahgunaan yang merugikan rakyat kecil.
Hal ini disampaikan Ismet menyusul pemberitaan mengenai puluhan warga Kecamatan Sribawono, Kabupaten Lampung Timur, yang menggerebek praktik pengecoran solar di SPBU 24.341.128 Srimenanti.
Dalam kejadian tersebut, warga memergoki satu unit dump truk bernomor polisi BE 8542 AD tengah mengisi BBM di lokasi. Padahal, sejak siang hari antrean truk mengular panjang di SPBU itu.
Para sopir telah menunggu berjam-jam untuk mendapatkan solar. Namun sekitar pukul 16.00 WIB, pihak SPBU justru mengumumkan stok solar habis dan mesin pengisian mengalami kendala.
Tetapi, sekitar pukul 21.35 WIB, sebuah truk bermuatan tangki besar dengan bak kayu berwarna kuning terlihat masuk ke area SPBU.
Saat itu SPBU telah tutup, lampu dimatikan, dan pagar gerbang terkunci. Aktivitas mencurigakan itu membuat warga memutuskan memantau dari kejauhan.
Tidak lama kemudian, sopir truk tampak membuka pintu belakang bak. Dua nozel solar menyala dan digunakan untuk mengisi tangki nonstandar di bak truk tersebut.
Temuan ini memicu warga menggerebek lokasi karena diduga kuat terjadi praktik penimbunan solar subsidi yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. (*)









