LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Keluhan perihal pelayanan yang diberikan oleh Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas Bandarlampung masih sering terdengar. Seperti tidak ramahnya Nakes kepada pasien meski kondisinya masuk kategori darurat.
Salah satu keluhan masyarakat tersebut disampaikan dalam persidangan kasus pengeroyokan Nakes Puskesmas Kedaton di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, baru-baru ini.
Salah satu saksi menyampaikan pengalamannya. Ia datang ke Puskesmas Kedaton di hari kejadian pengeroyokan Nakes Rendy pada pukul 12 malam bersama istrinya yang membutuhkan oksigen.
Ia mengatakan, saat itu yang mendatanginya pertama petugas perempuan. Beberapa lama kemudian, barulah Nakes Rendy ke luar.
“Namun yang saya dapat, Pak Rendy justru bilang, ‘Percuma’ dan meminta saya kembali lagi ke dokter asal. Padahal malam itu saya melihat tabung oksigen tersedia,” ujar saksi Yulius.
“Jujur saya tersinggung dan kecewa dengan ucapan ‘percuma’ tersebut. Saya emosi namun saya diredam oleh kakak saya,” timpalnya.
Sahat, warga Sukaraja menyatakan hal sama. Dia menerima keluhan dari warga di sekitar rumahnya yang ingin melaksanakan vaksinasi beberapa hari lalu.
Namun, setelah mendatangi Puskesmas Sukaraja, perlakuan kurang baik diterima. Dimana Nakes bersikap ketus.
“Padahal warga datang ke Puskesmas berdasarkan pesan yang disampaikan melalui SMS untuk vaksinasi kedua,” sesalnya.
Dimintai tanggapannya perihal keluhan tersebut, Pelaksana tugas Kadis Kesehatan (Plt Kadiskes) Bandarlampung, Desti Mega Putri, merespons seperlunya.
“Kalau masalah keterangan dalam sidang, saya tidak mau berkomentar, sudahlah,” kata dia sembari menolak untuk diwawancara lebih lanjut.
Begitu pula ketika disinggung keluhan pelayanan di puskesmas, dia hanya menjawab singkat, “Kalau pelayanan, tiap hari saya ingatkan kepala puskesmasnya untuk memperbaiki”. (*)
Red















