Sekolah Tatap Muka SMA Perdana: Per Kelas 18 Siswa, hanya Belajar Tiga Mapel

- Jurnalis

Senin, 13 September 2021 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana PTM di SMA 8 Bandarlampung, Senin (13/9/2021) (foto: Sulaiman)

Suasana PTM di SMA 8 Bandarlampung, Senin (13/9/2021) (foto: Sulaiman)

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Beberapa sekolah di Bandarlampung mulai SD, SMP, hingga SMA memulai  Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Senin (13/9/2021).

Sekolah tatap muka ini dilakukan setelah hampir dua tahun kegiatan belajar mengajar (KBM) daring.

Salah satu sekolah yang melaksanakan PTM adalah SMA Negeri 8 Bandarlampung.

Saat wartawan media ini melakukan pantauan, KBM di ruang kelas sudah dimulai.

Anisa Dwi Pratiwi, siswa kelas 12 IPS 1 mengatakan, dirinya antusias mengikuti PTM pertama ini.

Menurutnya hal ini menjadi peluang bagi dirinya untuk bisa belajar dengan baik.

Baca Juga :  Jelang Kelulusan, Polisi Tegas Larang Konvoi dan Aksi Berlebihan

Pasalnya dia mengaku, selama pembelajaran online, banyak mata pelajaran yang sulit dimengerti.

“Kalau tatap muka kan langsung berinteraksi dengan guru, semoga lebih mudah untuk belajarnya” ungkapnya.

Ketua OSIS SMA 8 inj menerangkan, teman-temannya juga terlihat antusias. Hanya, lantaran sejak pagi hujan turun  masih banyak siswa belum ke sekolah

Sementara itu, Kepala SMAN 8 Bandarlampung Zusmiazawati menjelaskan, PTM diterapkan mulai kelas 10 hingga 12. Tapi, setiap kelas dibatasi 18 orang.

“Total setiap kelas ada 36, namun pekan ini siswa dengan absen 1-18, pekan depan 18-36,” ungkapnya.

Baca Juga :  Infrastuktur Lampung Menurun, Data Tunjukan 51% Jalan Kabupaten/Kota Butuh Perbaikan

Dia menambajkan, satu hari hanya tiga mata pelajaran (mapel) dengan masing-masing 35 menit tanpa istirahat.

“Kita juga menyampaikan kepada orang tua untuk membawakan bekal. Sebab, kantin dan pedagang di depan sekolah kita larang untuk berjualan,” ujarnya.

Soal prokes, pihaknya membentuk tim satgas sekolah. Di pintu gerbang dilakukan pengecekan suhu. Lalu, siswa cuci tangan sebelum masuk kelas.

“Di dalam kelas, agar tidak terjadi kerumunan, satu meja kita pasang satu kursi dan guru memastikan selama pembelajaran murid dilarang membuka masker,” pungkasnya. (*)

Red

Berita Terkait

Sekdaprov Marindo Pimpin Apel Pembinaan Satpol PP, Tekankan Profesionalisme dan Soliditas Aparatur
Wagub Jihan Apresiasi Kemenkop Dorong Pengembangan Alpukat Siger, Fokus Utama Tembus Pasar Internasional
Pemprov Lampung Kembali Rotasi Pejabat Eselon II, Dorong Birokrasi Adaptif dan Berdampak
Pemprov Lampung Komitmen Tingkatkan IPM, Fokus Akurasi Data Kependudukan dan Pendidikan
Hardiknas 2026 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Inklusif di Provinsi Lampung
Sah! M. Sayyid Ramadhan Terpilih Aklamasi, Pimpin Apindo Pesawaran Periode 2026-2031
Gubernur Mirza Dorong Sinergi Antar Partai Politik, Perkuat Ketahanan Pangan di Lampung
Sekdaprov Marindo Dampingi Menko Zulhas, Acara Rembuk Tani di Lampung Selatan
Berita ini 95 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:45 WIB

Sekdaprov Marindo Pimpin Apel Pembinaan Satpol PP, Tekankan Profesionalisme dan Soliditas Aparatur

Senin, 4 Mei 2026 - 20:36 WIB

Wagub Jihan Apresiasi Kemenkop Dorong Pengembangan Alpukat Siger, Fokus Utama Tembus Pasar Internasional

Senin, 4 Mei 2026 - 17:38 WIB

Pemprov Lampung Kembali Rotasi Pejabat Eselon II, Dorong Birokrasi Adaptif dan Berdampak

Senin, 4 Mei 2026 - 12:34 WIB

Pemprov Lampung Komitmen Tingkatkan IPM, Fokus Akurasi Data Kependudukan dan Pendidikan

Senin, 4 Mei 2026 - 10:59 WIB

Hardiknas 2026 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Inklusif di Provinsi Lampung

Berita Terbaru