LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Gelombang demo menolak kenaikan harga BBM terus menderu.
Setelah ratusan mahasiswa PMII, Senin (12/9/2022), giliran Aliansi Buruh Lampung (ABL) beraksi.
Mereka berunjuk rasa di depan kantor DPRD Lampung, Selasa (13/9/2022) sekitar pukul 10.45 WIB.
ABL terdiri dari Federasi Serikat Buruh Makanan & Minuman (FSBMM), Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI), dan Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU).
Sekretaris Umum FSBMM, Eko Sumaryono, mengatakan pihaknya menolak naiknya harga BBM karena menambah biaya transportasi kerja.
Selain itu, mendongkrak harga sejumlah bahan-bahan kebutuhan pokok.
Meski telah ditemui perwakilan Disnaker, Eko mengaku belum puas.
Namun, ia mengaku belum puas dengan hasil ini.
Menurutnya, pemerintah harus memperhatikan rakyat ketika ingin mengambil kebijakan.
“Karena kita baru mau survive dari pandemi, terutama buruh,” tegasnya.
Dia menyatakan saat pandemi, buruh menghadapi goncangan PHK. Tapi, saat baru bernapas, langsung dihadang efek kenaikan harga BBM.
Ke depan, lanjut dia, ABL akan terus menyuarakan penolakan kenaikan BBM dengan skala yang lebih besar.
Adapun tiga tuntutan yang disampaikan ialah:
1. Batalkan kenaikan BBM bersubsidi.
2. Tolak Omnibuslaw.
3. Naikan upah buruh 15 persen tahun 2023.
Red















