Home / HUKUM / NASIONAL

Selasa, 14 September 2021 - 15:31 WIB

Sindikat Pemalsu Sertifikat Vaksin Covid-19 Terbongkar, Tersangka Eks Relawan Vaksinasi

Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Arif Rachman menunjukkan empat tersangka dan barang bukti pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19, Foto: Humas Polda Jabar

Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Arif Rachman menunjukkan empat tersangka dan barang bukti pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19, Foto: Humas Polda Jabar

LAMPUNGCORNER.COM, Bandung – Subdit I dan Subdit V Ditreskrimsus Polda Jabar mengungkap dua kasus penyalahgunaan wewenang untuk jual beli sertifikat vaksin Covid-19 ilegal.

Ada empat tersangka yang ditangkap, di antara mereka merupakan mantan relawan yang memiliki akses ke dalam sistem pembuatan sertifikat.

Tersangka ini diketahui berinisial JR. Kemudian ada tiga orang yang melakukan praktik serupa yakni IF beserta rekannya MY dan HH.   Pengungkapan kasus yang dipimpin Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Jabar, AKBP Andri Agustiano ini bermula dari informasi di media sosial. JR menawarkan sertifikat vaksin tanpa disuntik dengan harga di kisaran Rp200 ribu. Syarat yang dilengkapi pembeli cukup dengan mengirimkan KTP beserta NIK.

“Tersangka (JR) ini mantan relawan vaksinasi. Ia membuat surat vaksinasi ini dengan mengakses dari website (laman) Primarycare,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, dikutip dari laman tribratanews.polri.go.id, Selasa (14/9/2021).

Hasil penggeledahan di rumah tersangka, barang bukti yang berhasil disita berupa 9 surat vaksin palsu yang dikirim kepada pelanggan.   Ia dijerat Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 9 ayat 1 huruf c UURI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 115 Jo Pasal 65 ayat 2 UURI Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan, Pasal 48 ayat 1 Jo Pasal 32 ayat 1 dan atau Pasal 51 ayat 1 Jo Pasal 36 UURI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

BACA JUGA  Kapolsek Pulaupanggung dan Personel Antar Jenazah Purn. TNI

“Tersangka diancam kurungan paling rendah 4 tahun penjara dan paling tinggi 12 tahun penjara. Selain itu bisa dijerat dengan pasal berlapis karena melakukan penyalahgunaan wewenang dengan menggunakan akses sebagai relawan,” ungkap Kabidhumas.   Hasil pengembangan kasus ini,

Ditreskrimsus berhasil menangkap tersangka lainnya, yakni IF dan rekannya, MY dan HH. Sekawan ini diketahui sudah mengirimkan sertifikat vaksin palsu ke beberapa daerah di Indonesia, seperti Papua dan Manado dengan harga di kisaran Rp. 300 ribu.   Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Arif Rahman, mengatakan IF adalah relawan yang memiliki akses ke laman pcare.bpjs-kesehatan.go.id untuk membuat sertifikat warga yang sudah mendapat vaksi Covid-19

BACA JUGA  Arief dan Evi Serahkan Draft Permohonan Pengujian Undang-undang Pemilu

Dua rekannya bertugas mencari konsumen dan mengirimkan sertifikat vaksin.   Hasil keterangan sementara, ketiga tersangka sudah membuat dan mengirimkan 26 sertifikat vaksin palsu. “Jadi ini memanfaatkan akses yang ada, bukan meretas data (hack). Kami sudah usulkan ke Kemenkes untuk dapat mereview ini, apakah bisa dibatalkan (sertifikatnya). Pembeli juga akan diselidiki lagi,” terangnya.

Sementara itu, IF, MY, dan HH disangkakan Pasal 46 Jo Pasal 30 ayat 1 dan Pasal 51 Jo Pasal 35 UURI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UURI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 56 KUHPidana dengan ancaman kurungan di atas 12 tahun.

Share :

33 views

Baca Juga

HUKUM

Bravo! KSKP Bakauheni Gagalkan Penyelundupan Ratusan Hewan Dilindungi

HUKUM

Tegas! Jaksa Agung Copot 3 Kajati dan 8 Kajari karena Kedapatan Main Proyek

NASIONAL

Waspada! Gempa Bumi di Atas 8 SR Intai Wilayah Selatan Jawa
Suasana persidangan Alfin Andrian./Foto: Dwi

BANDAR LAMPUNG

Alfin Andrian penusuk Syekh Ali Jaber Dituntut Hukuman 10 Tahun Penjara
Foto: Istimewa

HUKUM

Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Karena Jadi Bandar Judi Online

ENTERTAINMENT

Artis Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Terjerat Narkoba

HUKUM

Polisi Tangkap Pelaku Teror Kepala Anjing dan Penyiraman Bensin di Rumah Pejabat Kasipenkum

HUKUM

Eks Cawako Tangsel Ditahan Terkait Korupsi Dana Hibah KONI Rp1,1 Miliar