LAMPUNGCORNER.COM, WAYKANAN — Banjir dan tanah longsor di Kabupaten Waykanan, menyebabkan tiga orang tewas dan dua orang masih belum ditemukan.
Korban pertama Ngadiyanto (65) warga Kampung Sumber Sari, Kecamatan Banjit, lebih dulu ditemukan pada saat kejadian dan langsung dibawa pulang ke rumah duka.
Korban kedua di hari yang sama saat tanah langsor, juga ditemukan tewas terseret banjir di Sungai Neki saat mencari ikan yakni Cahya (29), warga Talangkemang.
Korban ketiga, Siran (62) warga Kampung Sumber Sari, Kecamatan Banjit, berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi awal terjadinya tanah longsor dan dievakuasi, Minggu (12/3/2023).
Kapolres Waykanan AKBP Teddy Rachesna menyebutkan, Tim Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi satu lagi korban tanah longsor.
Korban yang berhasil di evakuasi merupakan korban yang tertimbun tanah longsor yang terjadi pada hari Jumat (10/3/2023) sekitar pukul 10.00 Wib.
Dalam proses pencarian, Tim dari TNI/Polri, SAR dan Masyarakat, bergerak dari titik hilangnya korban dengan menggunakaan peralatan seadanya bekerjasama
“Korban ditemukan dalam keadaan tersangkut di kayu di kedalaman sekitar setengah meter dan berjarak sekitar 10 meter dari titik awal hilangnya korban tertimbun tanah longsor,” ujar Kapolres.
Akibat peristiwa tersebut, pihak keluarga menerima dan mengikhlaskan. Selanjutnya Jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di TPU Kampung Sumber Sari.
Kapolres menambahkan, dengan ditemukannya satu korban hari ini, masih ada dua korban lagi yang masih dalam proses pencarian.
Dua korban tanah longsor di Kampung Juku Batu Kecamatan Banjit yakni Khotimah (31) dan anaknya M Diki Saputra (4) warga Pekon Tanjung Raya Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat.
“Saat ini kedua korban masih belum ditemukan oleh Tim SAR, TNI/Polri dan masyarakat. Namun proses pencarian, masih terus kita lakukan,” pungkas Kapolres. (*)
Red









