LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Selain Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung meminta masyarakat mewaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadiskes) Kota Bandarlampung, Desti Mega Putri, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi DBD di tengah pandemi.
Misalnya, pengasapan terfokus (fogging focus) massal mulai 10-24 Desember 2021 di 208 titik di Bandarlampung.
“Selain itu kita juga memberantas sarang nyamuk di tempat-tempat penampungan air. Masyarakat harus waspada karena nyamuk DBD ini berada di air bersih,” ungkapnya, Senin (3/2/2021).
Desti menjelaskan pada tahun 2021 ditemukan sedikitnya 571 kasus DBD di Bandarlampung. Jumlah tersebut menurun dari tahun 2020 yakni 1.048 kasus.
Tetapi, terdapat perubahan dalam puncak kasusnya. Jika pada 2020 di bulan Februari, untuk 2021 puncaknya November dan Desember.
“Harapan kita, Januari-Februari 2022 ini tidak ada DBD. Meski demikian, masyarakat harus tetap waspada,” ingat dia.
Terpisah, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana meminta ketua RT, lurah, dan kepala lingkungan segera melapor apabila terdapat kasus DBD di tempatnya.
“Fogging harus dilakukan di daerah yang terdapat kasus DBD,” tegasnya. (*)
Red









