LampungCorner.com, LAMPUNG TIMUR – Kawasan Taman Purbakala Pugung Raharjo kembali disiapkan sebagai ruang hidup bagi denyut budaya dan kreativitas.
Situs bersejarah ini akan menjadi panggung lomba fashion show bertema wastra Nusantara, khususnya kain tapis dan batik, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 15 Desember 2025.
Mengusung latar kawasan purbakala yang sarat nilai sejarah, ajang ini menghadirkan perpaduan antara keindahan warisan leluhur dan sentuhan fashion masa kini.
Para peserta ditantang menampilkan busana berbasis tapis dan batik yang tak hanya memikat secara visual, tetapi juga mengangkat makna filosofis, identitas budaya, serta kearifan lokal masyarakat Lampung.
Penggiat pariwisata Lampung Timur, Reza Azis Mukti, menilai kegiatan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda unggulan daerah.
Menurutnya, event ini perlu terus didorong dan diperkuat dari sisi branding agar mampu tumbuh sebagai kegiatan berkelanjutan yang berdampak luas bagi sektor pariwisata.
“Ke depan, event seperti ini harus dikemas lebih kuat agar bisa sejajar dengan festival besar lainnya, seperti Festival Way Kambas yang telah dikenal sebagai ikon pariwisata Lampung Timur,” ujar Reza, Minggu (14/12/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam satu tahun terakhir, sektor pariwisata Lampung Timur mulai kembali menggeliat. Di bawah kepemimpinan Bupati Ela Siti Nuryamah dan Wakil Bupati Azwar Hadi, berbagai event kreatif terus digelar sebagai upaya menghidupkan pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, serta meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Belasan kegiatan telah dilaksanakan dengan melibatkan komunitas, pelaku seni, hingga generasi muda. Langkah ini menjadi strategi penting dalam membangun citra daerah sekaligus mendorong pergerakan ekonomi lokal,” kata Reza.
Lomba fashion show di Taman Purbakala Pugung Raharjo diharapkan menjadi momentum awal untuk memperluas fungsi kawasan tersebut.
Tak hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai ruang ekspresi seni dan budaya yang dinamis.
Melalui kolaborasi antara budaya, kreativitas, dan potensi lokal, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas Lampung Timur sekaligus membangkitkan kembali semangat pariwisata daerah. (*)
Editor: Furkon Ari










