Pemkab Tubaba Bentuk Satgas Tangani PMK, Nazaruddin: Peternak Jangan Khawatir

- Jurnalis

Senin, 30 Mei 2022 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat koordinasi dan pembentukan Satuan Petugas (Satgas) PMK.  Foto: Dirman

Rapat koordinasi dan pembentukan Satuan Petugas (Satgas) PMK. Foto: Dirman

LAMPUNGCORNER.COM, Tulangbawang Barat – Sikapi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan Herbivora. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba ), Bentuk Satgas.

Hal tersebut merupakan langkah awal upaya meminimalisir mewabahnya PMK yang menyerang hewan ternak akhir belakangan lalu.

Kepala Disnakeswan Tubaba Nazaruddin, menghimbau terhadap peternak diminta untuk tidak perlu panik. Sebab, wabah PMK dapat disembuhkan dengan mudah, bahkan tidak menular terhadap manusia.

“PMK adalah penyakit yang disebabkan oleh virus tipe A dari keluarga aphtae picornaviridae, genus aphtovirus yaitu epizootecae,” kata Nazaruddin, Senin(30/5/202222).

Pernyataan itu disampaikan Nazaruddin setelah mengikuti rapat koordinasi dan pembentukan Satuan Petugas (Satgas) PMK.

Masa inkubasi kata dia, atau masa sejak hewan tertular hingga timbul gejala klinis yaitu 1-14 hari, tingkat kesakitan bisa mencapai 100 persen, namun tingkat kematian sangat rendah berkisar 1-5 persen.

“Hewan yang diserang PMK adalah Sapi, Kerbau, Kambing, Domba, Babi, dan hewan berkuku lainnya. Dimana gejala klinis PMK diantaranya hewan menjadi lemah, demam mencapai 41 derajat, air liur berlebih, tidak mau makan, mulut melepuh, luka pada lidah, kaki pincang, hewan sering berbaring, dan luka pada kuku hingga lepas,” jelasnya.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-81 RI, PERWOSI Tubaba Satukan Ratusan Perempuan dalam Senam dan Lomba

Penyebaran PMK tersebut memang cukup cepat, karena dapat melalui kontak langsung hewan tertular dengan hewan rentan melalui droplet, leleran hidung dan serpihan kulit. Kemudian kontak tidak langsung melalui vektor hidup, yaitu terbawa manusia.

Upaya menangani PMK ini, maka Peternak dapat melakukan koordinasi dengan Disnakkeswan untuk dilakukan pengobatan, melakukan karantina selama 14 hari hewan ternak, membatasi mobilitas, meningkatkan imunitas ternak, serta memberikan pakan dan minum yang cukup.

“Sebagai upaya pencegahan, maka perlu juga pembatasan lalu lintas ternak melalui checkpoint pengiriman ternak ke daerah tertular, melakukan sanitasi dan desinfeksi secara rutin, dan pemberian vaksin,” ungkapanya.

Baca Juga :  Diskominfo Tubaba Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Anggaran Belanja Internet 2026

Menurutnya, mula kemunculan PMK itu sekitar April lalu di Jawa dan Aceh. Kemudian Menjelang lebaran Idul Fitri, kita mendapat laporan ada beberapa ekor ternak di Tubaba yang terkena.

“Dari  laporan ada 55 ekor ternak Suspek, dari jumlah itu 6 positif PMK dan 1 mati. Tetapi yang mati bukan murni karena PMK, melainkan ada penyakit lain berupa diare berat,” paparnya.

Kabar baik, saat ini di Tubaba sudah tidak ada lagi ternak yang terkena PMK, semua sudah sembuh dan sehat. Sehingga pada hari ini, Disnakkeswan melakukan rapat sekaligus pembentukan Satgas guna mengantisipasi wabah tersebut terutama menjelang hari raya kurban.

“Kita sudah bahas pembentukan Satgas yang terdiri dari unsur Polisi, Pol PP, Dinas Peternakan, Dinas Perhubungan, Bagian Hukum, hingga Asisten II. Kita berharap wabah ini tidak akan terjadi lagi di Tubaba,” harapnya.

(drn)

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, PERWOSI Tubaba Satukan Ratusan Perempuan dalam Senam dan Lomba
Ratusan Pelajar Tubaba Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Gerak Jalan
Diskominfo Tubaba Adukan Dugaan Pelanggaran Etika Pers ke Dewan Pers
Wabup Nadirsyah Lepas Kontingen Pramuka Tubaba ke Jambore Nasional XII 2026
Diskominfo Tubaba Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Anggaran Belanja Internet 2026
Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan
Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah
Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, PERWOSI Tubaba Satukan Ratusan Perempuan dalam Senam dan Lomba

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Ratusan Pelajar Tubaba Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Gerak Jalan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Diskominfo Tubaba Adukan Dugaan Pelanggaran Etika Pers ke Dewan Pers

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Wabup Nadirsyah Lepas Kontingen Pramuka Tubaba ke Jambore Nasional XII 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:54 WIB

Diskominfo Tubaba Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Anggaran Belanja Internet 2026

Berita Terbaru

LAMPUNG SELATAN

Poltekimipas 2026 Buka Formasi Khusus Putra-Putri Papua

Senin, 24 Agu 2026 - 18:31 WIB

LAMPUNG SELATAN

Mau Jadi Taruna Poltekimipas? Siapkan 12 Dokumen Ini

Senin, 24 Agu 2026 - 18:30 WIB

BREAKING NEWS

Prabowo Perintahkan Fokus Penanganan Karhutla Way Kambas

Senin, 24 Agu 2026 - 18:26 WIB

BREAKING NEWS

Senin, 24 Agu 2026 - 18:13 WIB