LAMPUNGCORNER.COM Pringsewu – Masalah lalulintas, kemacetan kendaran dan jalan berlubang dijalan utama Kabupaten Pringsewu menjadi perhatian khusus pemkab setempat.
Terbukti hari ini, Rabu (22/l06/2022) Pj Bupati Pringsewu lakukan kunjungan dalam rangka melihat dari dekat kondisi ruas jalan nasional yang melintasi ibukota Kabupaten Pringsewu, serta rencana pelebaran jalan negara oleh pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Dengan adanya rencana pembangunan tersebut tentunya akan sedikit mengurai kemacetan yang sering terjadi diruas jalan utama pringsewu tersebut. Terkait dengan itu, Kasatlantas Polres Pringsewu Iptu Khoirul Bahri mengatakan jika nanti terealisasi pelebaran jalan nasional, tentunya akan membawa banyak manfaat bagi ketertiban berlalulintas di pringsewu.
“Pelebaran ruas jalan akan sangat berpengaruh terhadap kemacetan yang sering terjadi. Apalagi menghadapi hari-hari besar keagamaan, seperti yang terjadi saat mudik lebaran beberapa waktu yang lalu”, katanya kepada Lampungcorner.com saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (22/06/2022).
Khoirul menambahkan, dalam mengurai kemacetan baik saat arus mudik maupun mobilitas rutin harian, sudah ada jalan alternatif yang bisa digunakan oleh pengguna jalan. Walaupun jalan tersebut memang belum memenuhi standar kelayakan sebagai jalan alternatif.
“Selain jalannya sempit, juga belum dilengkapi petunjuk jalan dan masih kurangnya lampu penerangan saat malam hari”, ucapnya.
Hal senada dikatakan Bambang Suhermanu Kadis Perhubungan Kabupaten Pringsewu saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (22/06/2022).
Dikatakan Bambang, sudah ada upaya dari pemerintah terkait kemacetan, jalan berlubang, kurangnya rambu-rambu petunjuk arah dan lampu penerangan jalan. Salah satunya sudah dibentuknya forum lalulintas yang akan mengakomodir permasalahan yang ada yentang lalulintas untuk disampaikan kepada pemerintah.
“Ada 17 elemen yang tergabung dalam forum itu, terdiri dari OPD, akademisi, BUMN dan BUMD. Saya berharap semuanya bisa sinergi untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada, karena keselamatan berlalulintas adalah milik kita bersama”, paparnya.
Bambang menambahkan bahwa untuk penerangan lampu jalan, kita hanya dapat bantuan 95 titik di tahun ini. Bila dibandingkan dengan kebutuhan yang ada, tentunya masih sangat jauh dari cukup.
“Semoga dengan terbentuknya forum lalulintas ini bisa menjadi solusi untuk mengakomodir permasalahan lalulintas yang selama ini terjadi di Kabupaten Pringsewu”, pungkasnya.
(Wahyu Giri)

Jurnalis Lampungcorner.com Kabupaten Pringsewu















