Dua Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Klaten, Gadingrejo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juni 2022 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi dua anak tewas tengelam. Foto: Humas polres

Lokasi dua anak tewas tengelam. Foto: Humas polres

LAMPUNGCORNER.COM, Pringsewu — Diduga tidak mahir berenang, dua anak ditemukan tewas tenggelam di sungai Pekon Klaten, Gadingrejo, Pringsewu, Rabu (29/6/2022) siang.

Korban diketahui bernama Abdul Halib (10), warga Pekon Klaten dan Desta Valechia (7), warga Dusun Buluwangi, Pekon Bulurejo, Gadingrejo. 

Kapolsek Gadingrejo Iptu Anwar Mayer Siregar mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi mengatakan, Halib meminta izin kepada orang tuanya pergi mencari belut bersama Desta. 

Namun setelah beberapa jam pergi, keluarga mulai khawatir karena Halib tak kunjung pulang. 

Sang ayah, Eko Wahyudi, sekira pukul 15.00 WIB dibantu beberapa warga mencari keberadaan korban di sekitar aliran Sungai Klaten.

Baca Juga :  Didampingi Bupati Tanggamus, Pangdam XXI/Raden Inten Bagikan Alkes dan Sembako kepada Masyarakat

Mereka kemudian menemukan dua pasang sandal jepit di bahu sungai. Eko mengenali salah satu sandal milik anaknya. 

Karena curiga tenggelam, kata kapolsek, Eko langsung menyelam ke dasar sungai yang memiliki kedalaman sekitar 1 meter itu. 

Benar saja, tidak lama Eko melihat anaknya dan langsung membawanya ke pinggir sungai. 

Mengetahui salah satu korban berhasil ditemukan, beberapa warga berupaya mencari korban lain. 

Desta kemudian ditemukan tersangkut di bebatuan, berjarak 50 meter dari lokasi penemuan Halib.

Baca Juga :  Pangdam Mayjen Kristomei Pimpin Upacara Penutupan Program TMMD di Kota Agung Barat

“Dari jasad kedua korban petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan penyebab meninggalnya korban karena murni tenggelam,” jelasnya. 

Menurut Kapolsek hal itu dikuatkan dengan beberapa keterangan yang menyatakan kedua korban kedua tidak mahir berenang.

“Keluarga korban mengaku sudah menerima dan mengikhlaskan kepergian korban,” paparnya.

Keluarga juga menolak korban diautopsi untuk langsung dimakamkan.

Atas kejadian ini, kapolsek meminta instansi terkait memasang plang peringatan di sepanjang aliran sungai.

“Kami juga berharap kejadian ini jangan sampai terulang,” imbuhnya. (*) 

 

Red

Berita Terkait

Didampingi Bupati Tanggamus, Pangdam XXI/Raden Inten Bagikan Alkes dan Sembako kepada Masyarakat
Pangdam Mayjen Kristomei Pimpin Upacara Penutupan Program TMMD di Kota Agung Barat
Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polres Tanggamus Bersama Bapanas RI Gelar Operasi Pasar
Dugaan Penyimpangan Kakon Teluk Brak, Dari Accu PLTS Hingga Proyek MCK
PWI Tanggamus dan Lapas Kotaagung Perkuat Sinergi untuk Publikasi Pembinaan Warga Binaan
50 Pengrajin dari 20 Kecamatan Ikuti Pelatihan Motif Belah Ketupat di Tanggamus
Polres Tanggamus Terapkan SKCK Full Online, Ini Caranya!
Badut Jalanan Kotaagung Resahkan Warga, Diduga Libatkan Anak di Bawah Umur
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:48 WIB

Didampingi Bupati Tanggamus, Pangdam XXI/Raden Inten Bagikan Alkes dan Sembako kepada Masyarakat

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:22 WIB

Pangdam Mayjen Kristomei Pimpin Upacara Penutupan Program TMMD di Kota Agung Barat

Senin, 9 Februari 2026 - 18:24 WIB

Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polres Tanggamus Bersama Bapanas RI Gelar Operasi Pasar

Minggu, 23 November 2025 - 17:57 WIB

Dugaan Penyimpangan Kakon Teluk Brak, Dari Accu PLTS Hingga Proyek MCK

Sabtu, 15 November 2025 - 07:30 WIB

PWI Tanggamus dan Lapas Kotaagung Perkuat Sinergi untuk Publikasi Pembinaan Warga Binaan

Berita Terbaru