Nelayan Labuhan Ratu Menjerit, Sulit Dapat Solar

- Jurnalis

Rabu, 14 September 2022 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan kapal nelayan bersandar di muara Desa Labuhanratu, Kecamatan Pasirsakti, Lamtim.

Ratusan kapal nelayan bersandar di muara Desa Labuhanratu, Kecamatan Pasirsakti, Lamtim.

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Timur — Hampir setahun ini, nelayan di Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut.

Suryadi (55) pembina nelayan di Desa Labuhan Ratu mengatakan, hampir setahun dari musim panen ikan hingga selesai dan bahkan menjelang musim melaut lagi, belum ada kebijakan dari pihak terkait mensikapi nelayan kesulitan mendapat BBM subsidi di SPBU.

Sementara pesisir laut di Lamtim tidak semua memiliki SPBN. Sedangkan SPBU belum menerima rekomendasi dari Dinas Perikanan perihal pengisian BBM subsidi.

Baca Juga :  Tangis Haru Iringi Keberangkatan 163 Jemaah Haji Lampung Timur Kloter 11 JKG

“Untuk melaut, kami kami membeli minyak dari pengecor BBM di SPBU,” kata Suryadi, Rabu (14/9/2022).

Mayoritas kapal nelayan yang ada di Labuhan Ratu, berukuran 10 gross tonnase atau masih dibawah 30 gross stonnase.

Sehingga tak ada alasan bagi nelayan untuk tidak memperoleh solar sesuai Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014.

Tokoh nelayan Labuhan Maringgai, Andi Baso mengatakan, SPBN di Labuhanmaringgai ada dua, tetapi hanya satu SPBN yang beraktivitas. Meski demikian, nelayanan tetap kesulitan mendapat BBM.

Baca Juga :  Empat Objek Bersejarah Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Pemkab Lampung Timur Jaga Warisan Leluhur

Untuk itu, para nelayan meminta kepada pihak Pertamina dan yang terkait lainnya untuk mempermudah pengisian nelayan di SPBU menggunakan jeriken.

Karena nelayan sudah tidak boleh membeli solar menggunakan jeriken di empat SPBU yang menjadi rujukan, yakni Matarambatu, Bandarsribawono, Labuhanmaringgai, dan Pasirsakti.

“Nelayan berharap Pemerintah Derah mencarikan solusi soal solar ini. Agar nelayan bisa kembali menggunakan jeriken ketika membeli solar di SPBU,” ungkapnya. (*)

Red

Berita Terkait

Penuh Syukur dan Haru, Jemaah Haji Kloter JKG 14 Lampung Timur Tiba di Bumei Tuwah Bepadan
Jemaah Haji Kloter 11 JKG Pulang dengan Selamat, Sekda: Pertahankan Nilai-Nilai Haji dalam Kehidupan
Kembali dari Tanah Suci, 283 Jemaah Haji Lampung Timur Disambut Penuh Haru dan Syukur
Ketua DPRD Lampung Timur Sampaikan Duka, Pemkab Kawal Hak PMI yang Wafat di Taiwan
Empat Objek Bersejarah Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Pemkab Lampung Timur Jaga Warisan Leluhur
AKBP Heti Patmawati Pimpin Sertijab 11 Pejabat Polres Lampung Timur, Ini Nama-namanya!
Kloter Terakhir Dilepas, 52 Calon Haji Lampung Timur Bertolak ke Tanah Suci
Haru dan Khidmat, Ketua DPRD Lampung Timur Lepas 39 Calon Haji ke Tanah Suci
Berita ini 141 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:53 WIB

Penuh Syukur dan Haru, Jemaah Haji Kloter JKG 14 Lampung Timur Tiba di Bumei Tuwah Bepadan

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:49 WIB

Jemaah Haji Kloter 11 JKG Pulang dengan Selamat, Sekda: Pertahankan Nilai-Nilai Haji dalam Kehidupan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:15 WIB

Kembali dari Tanah Suci, 283 Jemaah Haji Lampung Timur Disambut Penuh Haru dan Syukur

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:36 WIB

Ketua DPRD Lampung Timur Sampaikan Duka, Pemkab Kawal Hak PMI yang Wafat di Taiwan

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:14 WIB

Empat Objek Bersejarah Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Pemkab Lampung Timur Jaga Warisan Leluhur

Berita Terbaru

Ilustrasi gambar hasil AI.

LAMPUNG UTARA

Lokasi Penyambutan Jemaah Haji Lampura Berubah, Ini tempatnya!

Jumat, 12 Jun 2026 - 12:30 WIB