LAMPUNGCORNER.COM, Metro — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro hanya mampu menganggarkan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) pada truk-truk pengangkut sampah selama 9 bulan. Hal itu disebabkan naiknya harga bahan bakar tersebut.
Kepala DLH Kota Metro, Irianto Marhasan mengaku telah menganggarkan biaya BBM truk sampah untuk 12 bulan. Namun, dengan adanya kenaikan harga BBM, secara otomatis harus dilakukan penyesuaian kembali dengan harga BBM yang baru.
“Sudah kita sesuaikan. Harusnya anggaran ini cukup untuk operasional pembelian BBM selama 12 bulan, setelah disesuaikan dengan harga baru, hanya sampai 9 bulan. Tiga bulan berikutnya harus kita ajukan lagi,” ungkapnya, Rabu (14/09/2022).
Oleh karenanya, DLH Kota Metro mengusulkan tambahan anggaran BBM pada APBD Perubahan. Pasalnya, operasional truk sampah yang setiap hari beroperasi itu sangat diperlukan.
“Iya kita minta tambahan. Sudah kita usulkan ke pemerintah, dan juga DPRD. Kalau tidak minta tambah, bagiamana, mudah-mudahan disetujui,” ujarnya.
Ia menuturkan, jumlah truk sampah yang beroperasi milik DLH sekitar 21 unit, dimana setiap harinya membutuhkan BBM sekitar 15 liter.
“Hitung saja, tiga bulan dikalikan 15 liter, dan harga satuan. Lalu dikalikan 21 unit. Kita usulkan untuk BBM saja,” ungkapnya.
Ia berharap dengan usulan tambahan biaya BBM tersebut truk sampah tetap beroperasi seperti biasa. “Sehingga petugas dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya,” singkatnya.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo menjelaskan penyesuaian telah dilakukan terkait naiknya harga BBM beberapa waktu yang lalu.
“Kalau ada kenaikan (BBM), berarti liternya yang berkurang. Jadi penyesuaian saja,” terangnya.
Ia mengatakan, sampai saat ini untuk di lingkungan Pemkot Metro pembelian BBM tetap sama, belum menggunakan barcode dalam transaksinya.
“Untuk penerapan barcode pemkot belum menerapkannya. Karena sistem untuk BBM ini dilakukan dengan sistem kontrak,” katanya. (*)
Red















