DPRD Bandar Lampung: TPA Bakung Butuh Pengelolaan Inovatif untuk Mengatasi Krisis Sampah

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Volume Sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung terus meningkat tanpa pengelolaan yang baik dan modern, DPRD Kota Bandar Lampung menilai ini sudah berada dalam kondisi darurat dan sangat memprihatinkan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat serta lingkungan sekitar, Senin (21/07/2025).

Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Wiyadi, menegaskan bahwa Pemerintah Kota harus segera mengambil langkah konkret. Kota Bandar Lampung memproduksi sampah sekitar 400 hingga 500 ton per hari, namun tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan yang memadai ditambah TPA Bakung sudah di segel oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

“Kondisinya sudah darurat. Kalau tidak segera ditangani, bisa menimbulkan masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan yang lebih luas,” ungkap Wiyadi,

Baca Juga :  Harga Emas Antam Melonjak Rp40 Ribu, Tembus Rp3,087 Juta Per Gram

Menurutnya, sistem open dumping yang selama ini digunakan sudah tidak layak dan harus segera ditinggalkan.

“Kita butuh pengelolaan modern, bukan lagi cara-cara tradisional yang hanya memindahkan masalah,” tegasnya.

Meski berada dalam kondisi darurat, Wiyadi menilai TPA Bakung masih menyimpan potensi besar sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola secara inovatif dan berkelanjutan.

“Kalau dikelola dengan baik, misalnya melalui pengolahan sampah jadi energi atau produk daur ulang, TPA Bakung justru bisa menjadi sumber PAD bagi Kota Bandar Lampung,” katanya.

Ia berharap momen pembahasa APBD Perubahan dapat dijadikan sebagai langkah awal menunjukkan keseriusan kepala daerah dalam menangani persoalan ini.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Sidak Pasar Jatimulyo, Sampaikan Penyebab Jalan Rusak dan Kemacetan

Wakil Ketua II DPRD, Afrizal, juga menyoroti kurangnya sarana dan prasarana di lapangan. Ia menyebut hanya ada satu unit alat berat yang berfungsi, sementara dua lainnya rusak.

“Dengan alat berat yang minim, bagaimana mungkin sampah bisa ditangani dengan maksimal? Ini harus jadi perhatian khusus,” kata Afrizal.

Wakil Ketua I DPRD, Sidik Efendi, turut menegaskan pentingnya pengelolaan sampah berbasis teknologi.

“Jumlah penduduk meningkat, sampah makin banyak. Gak bisa terus mengandalkan metode lama. Pemkot harus jadikan sampah sebagai potensi, bukan beban,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Gubernur Mirza Bentuk Tim Koordinasi dan Fasilitasi Penanganan Penyelesaian Masalah Pertanahan di Lampung
Gubernur Mirza Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur dan Ketahanan Pangan Nasional 2026
DPRD Kota Bandar Lampung Gelar Rapat Paripurna, Sebanyak 33 Anggota Dewan Hadir
Kejuaraan Cabang ORADO Kabupaten Pesawaran Sukses Digelar, Bidik Atlet Berkualitas dan Profesional
HUT Lampung ke-62, Pemprov Optimalkan Layanan RSUD Bandar Negara Husada
Soliditas BPD HIPMI Lampung Gelar Rapat Besar Pengurus Lengkap, Menuju Kontestasi Munas BPP ke-18
Dorong Kota Baru, RSUD BNH Disiapkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Unggulan
Dari El Nino hingga Stunting, Ini Arahan Strategis Bupati Pesawaran untuk Kepala Desa
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:27 WIB

Gubernur Mirza Bentuk Tim Koordinasi dan Fasilitasi Penanganan Penyelesaian Masalah Pertanahan di Lampung

Jumat, 17 April 2026 - 22:16 WIB

Gubernur Mirza Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur dan Ketahanan Pangan Nasional 2026

Jumat, 17 April 2026 - 14:29 WIB

DPRD Kota Bandar Lampung Gelar Rapat Paripurna, Sebanyak 33 Anggota Dewan Hadir

Kamis, 16 April 2026 - 23:20 WIB

Kejuaraan Cabang ORADO Kabupaten Pesawaran Sukses Digelar, Bidik Atlet Berkualitas dan Profesional

Kamis, 16 April 2026 - 21:34 WIB

HUT Lampung ke-62, Pemprov Optimalkan Layanan RSUD Bandar Negara Husada

Berita Terbaru