BBWS-BPJN Lampung Siapkan Langkah Cepat, Antisipasi Cuaca Ekstrem Untuk Tangani Banjir dan Longsor

- Jurnalis

Selasa, 4 November 2025 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85?

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Menjelang puncak musim penghujan yang diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Provinsi Lampung menggelar Apel Siaga Bencana Satgas Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Selasa (4/11/2025).

Apel siaga yang berlangsung di Workshop BBWS Mesuji Sekampung itu dipimpin Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, dan diikuti seluruh unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian PU, termasuk BPJN dan BPPW.

Kegiatan ini juga melibatkan unsur TNI/Polri, BMKG, Pemerintah Provinsi Lampung, serta instansi terkait lainnya.

Acara tersebut digelar serentak di seluruh Indonesia dan terhubung secara daring dengan Menteri PU Dody Hanggodo yang memimpin langsung dari Bandung.

Elroy menjelaskan, apel ini merupakan langkah kesiapsiagaan nasional menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang telah diperingatkan BMKG.

“Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan tinggi akan meningkat pada Januari–Februari 2026. Karena itu, seluruh jajaran Kementerian PU mulai melakukan persiapan, baik dari sisi peralatan maupun koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Baca Juga :  10 Jabatan Eselon II di Lampura Banyak Kosong, Ombudsman: Jangan Biarkan Pelayanan Publik Terganggu

Elroy menegaskan, kesiapan peralatan di setiap balai menjadi bagian penting dari mitigasi bencana.

“Kami sudah mempersiapkan segala sesuatu sesuai kemampuan dan peralatan yang dimiliki, baik di BBWS, BPJN, maupun BPPW. Harapannya, mitigasi bisa dilakukan lebih cepat, dan kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk antisipasi dini,” tambahnya.

Ia menyebut, Lampung Barat dan Tanggamus merupakan wilayah paling rawan karena topografi yang dikelilingi perbukitan.

“Kedua daerah itu sering dilanda banjir dan tanah longsor. Itu sebabnya, koordinasi lapangan dan kesiapan alat menjadi kunci,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPJN Lampung M. Ali Duhari memastikan seluruh jajaran siap bersinergi ketika bencana terjadi.

“Kami telah menyiagakan alat berat seperti ekskavator di wilayah rawan longsor, seperti Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus. Beberapa titik bahkan sudah mendapat penanganan permanen, termasuk di sekitar Liwa,” ungkapnya.

Selain fokus pada kesiapsiagaan bencana, BPJN juga tengah menyiapkan infrastruktur jelang arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) agar jalur strategis tetap aman dan fungsional.

Baca Juga :  Mensesneg: Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT

Dari Bandung, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa seluruh satuan kerja di Indonesia harus memastikan kesiapan penuh menghadapi musim hujan ekstrem.

“Kita cek kesiapan alat, termasuk peralatan penanggulangan banjir. Karena BMKG sudah memperingatkan potensi cuaca ekstrem, kita harus benar-benar siap,” tegasnya.

Ia menyebut, Kementerian PU menyiapkan 5.755 unit alat berat dan 382.044 unit bahan antisipasi banjir seperti bronjong dan geobag di seluruh wilayah.

“Kesiapan ini bukan hanya soal alat, tapi juga koordinasi lintas lembaga seperti BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah. Komunikasi yang cepat menentukan keberhasilan penanganan bencana,” ujarnya.

Dody menambahkan, kesiapsiagaan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan publik Kementerian PU. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan respons terhadap laporan masyarakat.

“Kami menyiapkan sistem kerja 24 jam dan call center khusus agar masyarakat bisa langsung melapor jika terjadi bencana,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Habiburokhman Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026
Prabowo Resmikan Program PLTS 100 GWp, Target Rampung Dua Tahun
Pendamping Sosial Apresiasi dan Dukung GERCEP Kecamatan Tegineneng
Lewat GERCEP, Kecamatan Tegineneng Percepat Penanganan Warga Rentan
Drama Penangkapan DPO di Lampura Berujung Maut, Tiga Polisi Terluka
Menhut dan Menteri LH Tak Dampingi Prabowo Cek Karhutla, Ini Penjelasan Mensesneg
Pemkab Tubaba Siapkan Jaminan Kesehatan bagi 2.226 PPPK Paruh Waktu
Prabowo Perintahkan Fokus Penanganan Karhutla Way Kambas
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Habiburokhman Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Prabowo Resmikan Program PLTS 100 GWp, Target Rampung Dua Tahun

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Pendamping Sosial Apresiasi dan Dukung GERCEP Kecamatan Tegineneng

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Lewat GERCEP, Kecamatan Tegineneng Percepat Penanganan Warga Rentan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Drama Penangkapan DPO di Lampura Berujung Maut, Tiga Polisi Terluka

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Prabowo Resmikan Program PLTS 100 GWp, Target Rampung Dua Tahun

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:28 WIB

BREAKING NEWS

Pendamping Sosial Apresiasi dan Dukung GERCEP Kecamatan Tegineneng

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:11 WIB

BREAKING NEWS

Lewat GERCEP, Kecamatan Tegineneng Percepat Penanganan Warga Rentan

Selasa, 25 Agu 2026 - 18:36 WIB