Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang dinilai semakin berdampak langsung bagi masyarakat.
Berbagai program strategis dijalankan mulai dari penguatan kerukunan umat beragama, peningkatan layanan keagamaan, hingga transformasi digital tata kelola pemerintahan.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain, mengatakan seluruh capaian tersebut merupakan implementasi visi Kementerian Agama dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas.
“Seluruh program diarahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat. Kementerian Agama tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga hadir sebagai fasilitator kehidupan beragama yang berdampak nyata,” katanya, Senin (22/12/2025).
Pada aspek kerukunan umat beragama, Kanwil Kemenag Lampung terus memperkuat peran Forum Kerukunan Umat Beragama melalui bantuan operasional, fasilitasi dan mediasi kasus keagamaan, serta kampanye kerukunan di kalangan pelajar.
Salah satu capaian penting adalah penetapan Desa Sadar Kerukunan ke-20 di Provinsi Lampung, yakni Kampung Pajar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah.
Selain itu, Early Warning System konflik sosial berdimensi keagamaan juga terus disosialisasikan sebagai langkah pencegahan konflik.
Di bidang tata kelola dan pelayanan publik, Kemenag Lampung melakukan peningkatan kualitas Pelayanan Terpadu Satu Pintu, percepatan digitalisasi layanan, serta penguatan keterbukaan informasi publik.
Sepanjang 2025, Kanwil Kemenag Lampung juga meraih penghargaan kehumasan tingkat nasional dengan kualifikasi informatif.
Sementara itu, pengadaan barang dan jasa ditargetkan sepenuhnya menggunakan e-katalog sebagai bentuk transparansi dan efisiensi.
Zulkarnain menegaskan reformasi birokrasi menjadi perhatian serius, mulai dari pelaksanaan survei kepuasan masyarakat, penguatan budaya antikorupsi, hingga penanganan pengaduan publik yang ditindaklanjuti secara berkelanjutan.
Pada sektor pendidikan keagamaan, Kanwil Kemenag Lampung menyalurkan bantuan operasional pesantren, madrasah diniyah, dan lembaga pendidikan Al-Qur’an, serta insentif bagi guru dan penyuluh lintas agama.
Selain itu, madrasah di Lampung juga mencatat berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional sepanjang tahun 2025.
Selain pendidikan, penguatan ekonomi umat juga menjadi fokus melalui program zakat dan wakaf, percepatan sertifikasi tanah wakaf, serta pemberdayaan kampung zakat yang dilaksanakan secara kolaboratif.
Zulkarnain menambahkan seluruh program tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan pelayanan, keadilan, dan kemaslahatan bagi seluruh umat beragama. (*)















