Prabowo: Negara Harus Mudahkan Rakyat, Bukan Mempersulit

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan negara harus hadir untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat. Bukan sebaliknya, justru membuat urusan rakyat semakin sulit.

Prabowo mengatakan, tanggung jawab tersebut bukan hanya berada di tangan pemerintah pusat. Pemerintah daerah, mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, juga harus memastikan pelayanan dan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.

“Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit. Dan kalau saya bicara, saya tidak hanya bicara pemerintah pusat. Justru saya bicara juga kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten,” ujar Prabowo dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Dekon Lampura Tak Kunjung Rampung, Pedagang Mulai Pertanyakan Uang yang Disetor

Prabowo meminta kepala daerah aktif turun dan mendengarkan langsung suara masyarakat. Menurutnya, rakyat merupakan pihak pertama yang mengetahui apakah program pemerintah benar-benar berjalan atau justru tersendat di lapangan.

“Tanya rakyat, dengarkan suara rakyat, mereka yang pertama akan menyampaikan bahwa sering program-program tidak sampai ke rakyat,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan pemerintah agar tidak menutup-nutupi persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan program. Terlebih, Indonesia kini berada di era digital dan informasi yang membuat berbagai persoalan mudah diketahui publik.

“Bukan kita tutup-tutupi. Era sekarang era digital, era informasi, tidak ada gunanya kita tutup-tutupi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Dihentikan, Basarnas Tetap Lakukan Pemantauan

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan Prabowo adalah birokrasi yang tidak efisien dan berbelit-belit. Praktik korupsi juga dinilai dapat menghambat program pemerintah sehingga manfaatnya tidak sampai kepada masyarakat.

Menurut Prabowo, persoalan tersebut harus dibongkar dan diselesaikan, bukan justru disembunyikan.

Ia pun menekankan pentingnya persatuan antara para pemimpin dan kelompok politik untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.

“Justru kita harus selesaikan masalah ini, dan ini memerlukan persatuan di antara semua pemimpin dan kelompok politik. Karena birokrasi yang tidak efisien, birokrasi yang korup, akan menghancurkan suatu bangsa,” pungkas Prabowo. (*)

Berita Terkait

Mulai 2027, Gaji PPPK Daerah Ditanggung APBN, Rp23 Triliun Disiapkan
Prabowo Minta Biaya Haji Tak Membebani Jemaah
Usai Sidak Ombudsman, Isi Rumah Dinas Berubah, Eks Kalapas Cibinong Dicecar DPR
Bupati Nanda Terima Penghargaan Desa Cantik Terbaik Nasional 2026
Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional
Soroti 8 Perda yang Buka Celah Bakar Lahan 2 Hektare, Prabowo: Complete Nonsense
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Dihentikan, Basarnas Tetap Lakukan Pemantauan
Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, Syaratnya Harus Satu Suara
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 16:24 WIB

Mulai 2027, Gaji PPPK Daerah Ditanggung APBN, Rp23 Triliun Disiapkan

Selasa, 29 September 2026 - 07:19 WIB

Prabowo Minta Biaya Haji Tak Membebani Jemaah

Senin, 28 September 2026 - 15:23 WIB

Usai Sidak Ombudsman, Isi Rumah Dinas Berubah, Eks Kalapas Cibinong Dicecar DPR

Minggu, 27 September 2026 - 18:51 WIB

Bupati Nanda Terima Penghargaan Desa Cantik Terbaik Nasional 2026

Jumat, 25 September 2026 - 19:57 WIB

Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional

Berita Terbaru

Kesbangpol Lampura dan FKDM gelar koordinasi sekaligus ''Ngopi Bareng'' bersama masyarakat di Desa Sinar Mulya, Kecamatan Tanjung Raja, Selasa (29/9/2026).

LAMPUNG UTARA

Kesbangpol Lampura dan FKDM Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:16 WIB