Banjir Terus Naik, Warga Tiga Kecamatan di Lampura Terpaksa Mengungsi Mandiri

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPBD Lampura, Erwin Syahputra, saat diwawancara awak media, dan lokasi jalan ambrol, Senin (2/2/2026).

Kepala BPBD Lampura, Erwin Syahputra, saat diwawancara awak media, dan lokasi jalan ambrol, Senin (2/2/2026).

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Banjir yang melanda Kabupaten Lampung Utara (Lampura) kian mengkhawatirkan. Hingga pukul 12.05 WIB, Senin (2/2/2026), ketinggian air terus bertambah dan bahkan mencapai pundak orang dewasa. Ratusan rumah warga terendam, sementara aktivitas masyarakat lumpuh total di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kotabumi Selatan, Kotabumi, dan Abung Timur.

Wilayah terdampak terparah berada di Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, khususnya di kawasan Rawa Karya. Luapan Sungai Way Sesah terjadi dengan cepat dan langsung menggenangi permukiman warga.

Selain itu, sejumlah titik di Kecamatan Kotabumi juga dilaporkan mengalami kondisi serupa. Di Desa Banjar Agung, Kecamatan Abung Timur, air bah meluap hingga menutup badan Jalan Abung Raya Timur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampura, Erwin Syahputra, menjelaskan banjir dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Dorong Penguatan Obligasi dan Sukuk Daerah, Dukung Percepatan Pembangunan Daerah

“Curah hujan yang tinggi membuat debit Sungai Way Sesah dan sejumlah anak sungai meningkat, hingga akhirnya meluap ke permukiman warga,” ujar Erwin saat dikonfirmasi.

Erwin mengungkapkan, hingga saat ini BPBD belum mendirikan tenda pengungsian karena keterbatasan lokasi yang aman dan bebas dari genangan. Untuk sementara, warga terdampak diarahkan mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga, kerabat, maupun tempat lain yang dinilai lebih aman.

“Pendirian tenda pengungsian membutuhkan area yang cukup luas dan benar-benar aman. Saat ini warga masih kami arahkan untuk mengungsi mandiri,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara BPBD, ratusan rumah warga terdampak banjir yang tersebar di sejumlah kelurahan, di antaranya Sindang Sari, Pasar Lama, Kotabumi Udik, Kota Alam, Tanah Miring, dan Tanjung Harapan.

Di tengah kondisi tersebut, Lurah Kotabumi Pasar, Herman, mendesak pemerintah daerah agar segera menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak.

“Kami berharap segera ada tenda pengungsian agar warga bisa mengungsi dengan layak. Selain itu, kami juga meminta Dinas Sosial menyiapkan dapur umum,” ujarnya.

Baca Juga :  PWI Gandeng KONI Lampung Siapkan Penyelenggaraan Sekaligus Prestasi di Porwanas 2027

Keluhan juga datang dari warga yang terdampak langsung. Hendra, warga Muara Jaya, mengungkapkan banjir membuat kehidupan masyarakat lumpuh total.

“Bantuan belum ada, baru sebatas pendataan. Mau beraktivitas susah, mau masak juga tidak bisa,” keluhnya.

Menurut Hendra, banjir di wilayah tersebut hampir selalu terjadi setiap musim hujan. Ia menilai pendangkalan sungai menjadi salah satu penyebab utama luapan air yang berulang.

“Ini sudah jadi banjir tahunan. Sungai perlu dinormalisasi supaya tidak terus meluap saat hujan deras,” tegasnya.

Selain merendam permukiman, hujan deras juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Sejumlah ruas jalan dilaporkan rusak bahkan ambrol, seperti di turunan Jalan Virginia, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, tepatnya di dekat Masjid Baiturrahman hingga tembus ke Jalan Lintas RPN. (*)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama
Hadiri Yudisium Fakultas Teknik Unila, Gubernur Mirza Ajak Lulusan Teknik Jadi Innovator Pembangunan Daerah
Kadis KPTPH Elvira: PHC Jadi Harapan Baru Petani Lampung Dalam Program Desaku Maju
Gubernur Mirza Tinjau Desa Wisata Budaya Marga Teluk, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Karakter
Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah
Gubernur Mirza Resmikan Jembatan Garuda di Kabupaten Mesuji, Realisasi Program Presiden Prabowo Subianto
Dulu Satu Jam Kini Lima Menit, Jalan Rawa Jitu-Umbul Mesir Ubah Wajah Distribusi Pertanian Tulang Bawang
Buka Musda II IKAPI, Bunda Literasi Lampung Tegaskan Literasi Pilar Kemajuan Daerah
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:23 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:19 WIB

Hadiri Yudisium Fakultas Teknik Unila, Gubernur Mirza Ajak Lulusan Teknik Jadi Innovator Pembangunan Daerah

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:14 WIB

Kadis KPTPH Elvira: PHC Jadi Harapan Baru Petani Lampung Dalam Program Desaku Maju

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:09 WIB

Gubernur Mirza Tinjau Desa Wisata Budaya Marga Teluk, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Karakter

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Berita Terbaru