LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Setiap tanggal 4 Februari, dunia bersatu memperingati Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran, pencegahan, serta perawatan bagi mereka yang hidup dengan kanker.
Peringatan ini berakar dari Deklarasi Paris Melawan Kanker yang dicanangkan pada tahun 2000, sebagai seruan bersama seluruh lapisan masyarakat untuk menghadapi kanker secara kolektif dan berkelanjutan.
Mengutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Di kawasan Asia Tenggara saja, tercatat sekitar 1,9 juta kasus baru kanker pada 2022 dengan angka kematian mencapai 1,3 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, lebih dari 56 ribu kasus terjadi pada anak-anak, menegaskan bahwa kanker tidak mengenal usia.
Meski kemajuan ilmu pengetahuan dan layanan kesehatan terus berkembang, tantangan masih membayangi. Jika tidak diimbangi dengan upaya pencegahan dan penanganan yang lebih masif, jumlah kasus baru serta kematian akibat kanker diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2050.
Padahal, sebagian besar kasus kanker sejatinya dapat dicegah. Faktor risiko seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, hingga paparan polusi dapat ditekan melalui langkah-langkah pencegahan yang efektif dan berkelanjutan.
Peringatan Hari Kanker Sedunia 2026 kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi meningkatnya beban kanker. Upaya global ini mencakup penguatan perencanaan nasional, termasuk penyusunan dan pengembangan strategi pengendalian kanker yang komprehensif di setiap negara.
Penguatan registri kanker menjadi langkah krusial untuk memahami tren kasus secara akurat di tingkat lokal, sekaligus mengevaluasi efektivitas berbagai intervensi yang telah diterapkan. Data yang kuat menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
Di sisi layanan kesehatan, peningkatan akses terhadap deteksi dini, diagnosis, dan pengobatan berkualitas perlu terus diprioritaskan, khususnya untuk jenis kanker yang menjadi perhatian utama seperti kanker anak, kanker payudara, kanker serviks, dan kanker mulut.
Selain itu, perluasan layanan paliatif serta dukungan menyeluruh bagi pasien kanker juga menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas hidup penderita selama menjalani proses pengobatan.
Hari Kanker Sedunia 2026 menjadi seruan moral bagi pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta untuk memperkuat komitmen jangka panjang dalam pengendalian kanker. Dunia diajak bergerak bersama, menempatkan individu dan keluarga sebagai pusat upaya, demi membangun masa depan yang lebih sehat dan berkeadilan bagi semua. (*)
Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari















