Apresiasi Produksi Padi Meningkat, Komisi II DPRD Lampung Dorong Kebijakan Perlindungan Harga

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ist

Ist

lampungcorner.com – Komisi II DPRD Provinsi Lampung mengapresiasi peningkatan produksi padi di Lampung yang mencapai 14–15 persen. Capaian tersebut diharapkan dapat terus meningkat hingga menyentuh angka 20 persen pada 2026.

Anggota Komisi II DPRD Lampung, Fatikhatul Khoiriyah menilai, kenaikan produksi padi ini tidak terjadi secara instan, melainkan merupakan hasil dari kerja keras para petani yang didukung oleh berbagai program pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.

“Capaian ini bukan hanya hal yang bisa kita apresiasi begitu saja, tapi ini juga menunjukkan kerja keras petani kita, juga dukungan program pemerintah, baik daerah maupun pusat, dari perbaikan irigasi, ketersediaan pupuk, dan nanti akan diperkuat dengan pendampingan teknis di lapangan,” ujar Khoir, sapaan akrabnya, Kamis (8/1).

Baca Juga :  DPRD Kota Bandar Lampung akan Sidak Kafe dan Resto Minim Lahan Parkir

Selanjutnya, Khoir juga mengingatkan agar peningkatan produksi padi tersebut tidak hanya berhenti pada capaian angka, tetapi juga diikuti dengan penguatan tata niaga dan perlindungan harga gabah bagi petani.

Menurutnya, peningkatan produksi berpotensi tidak berdampak signifikan terhadap kesejahteraan petani apabila tidak disertai kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga, terutama saat panen raya.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Dampingi Wamen Investasi dan Hilirisasi Tinjau Calon Lokasi Pabrik Bioetanol di Pesawaran

“Jangan sampai ada peningkatan produksi tapi tidak berdampak pada kesejahteraan petani akibat fluktuasi harga pada saat panen raya. Kita berharap ini adalah peningkatan produktivitas, tapi juga ada peningkatan kesejahteraan bagi petani,” tegas mantan ketua Bawaslu Lampung dua periode itu.

Ia juga mendorong pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kebijakan perlindungan harga gabah berjalan efektif, sehingga hasil kerja keras petani benar-benar memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. ***

Berita Terkait

Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027
Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027
Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas
DPRD Kota Bandar Lampung akan Sidak Kafe dan Resto Minim Lahan Parkir
Bidik 10 Ribu Peserta Kick Off, Tim Humas HPN-Porwanas Perkuat Strategi Medsos
149 Kebakaran di Bandar Lampung, Kerugian Tembus Rp1,75 Miliar
Listrik Masih Jadi Biang Kebakaran di Bandar Lampung, 149 Kasus Terjadi di 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:34 WIB

Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:12 WIB

Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:04 WIB

DPRD Kota Bandar Lampung akan Sidak Kafe dan Resto Minim Lahan Parkir

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:21 WIB

Bidik 10 Ribu Peserta Kick Off, Tim Humas HPN-Porwanas Perkuat Strategi Medsos

Berita Terbaru