Pemprov Lampung Komitmen Tingkatkan IPM, Fokus Akurasi Data Kependudukan dan Pendidikan

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat komitmen dalam pemutakhiran data pendidikan pada Kartu Keluarga (KK) sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), melalui inovasi RMD-Ku (Rampung Pendidikan Mendapatkan Dokumen Kependudukan).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung terkait pemutakhiran data pendidikan pada Kartu Keluarga.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Senin (4/5/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengapresiasi lahirnya inovasi kolaboratif tersebut.

Ia menilai langkah ini sebagai upaya konkret dalam menjawab persoalan mendasar pembangunan, khususnya terkait akurasi data kependudukan dan pendidikan.

“Kolaborasi ini melalui inovasi RMDKu (Rampung Pendidikan Mendapatkan Dokumen Kependudukan) merupakan inovasi yang sangat baik karena menyasar akar masalah, yakni akurasi data,” ujarnya.

Marindo menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Provinsi Lampung berada di angka 73,98 dan menempati peringkat ke-27 di Indonesia.

Ia menekankan bahwa dimensi pendidikan dan kesehatan masih perlu ditingkatkan, terutama pada indikator rata-rata lama sekolah.

Menurutnya, integrasi data menjadi kunci penting dalam memperbaiki capaian tersebut.

Baca Juga :  Heboh UU HKPD, Pemkab Lampung Selatan Pastikan Tak Ada PHK Massal PPPK

Ia mencontohkan masih banyak lulusan sekolah yang status pendidikannya belum diperbarui dalam dokumen kependudukan, seperti KK, sehingga tidak terbaca optimal dalam pendataan BPS.

“Kerja sama ini memastikan data siswa yang lulus dari SMA, SMK, dan SLB langsung diperbarui dalam KK. Dengan begitu, data pendidikan menjadi lebih akurat dan berdampak pada peningkatan IPM,” jelasnya.

Marindo menambahkan, data yang akurat tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga memengaruhi kebijakan ekonomi dan sosial, termasuk efektivitas penyaluran bantuan seperti BOS, BOSDA, dan beasiswa.

“Jika bantuan tepat sasaran, beban ekonomi keluarga berkurang, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan angka kemiskinan,” ujarnya.

Marindo juga menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dan pihak sekolah dalam memperbarui data kependudukan.

“Teknologi harus diimbangi dengan input data yang tepat. Jika tidak, output yang dihasilkan juga tidak akan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Provinsi Lampung, Lukman, dalam laporannya menyampaikan bahwa IPM Lampung berada di angka 73,98, yang merupakan gabungan dari dimensi kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.

Ia mengungkapkan bahwa dimensi pendidikan masih menjadi tantangan, dengan rata-rata lama sekolah mencapai 8,61 tahun atau setara kelas II SMP.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Sampaikan Jalan Kasui-Air Ringkih Kunci Distribusi Kopi dan Sawit Lampung-Sumsel

“Permasalahan ini salah satunya disebabkan data pendidikan dalam Kartu Keluarga yang tidak diperbarui. Banyak warga tidak mengganti data meskipun anggota keluarganya telah menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Disdukcapil bersama Disdikbud meluncurkan inovasi RMD-KU yang memungkinkan pembaruan data pendidikan secara otomatis saat siswa lulus sekolah.

Melalui sistem ini, lulusan akan langsung mendapatkan KK terbaru dengan data pendidikan yang telah diperbarui.

Lukman menjelaskan, pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, cabang dinas pendidikan, hingga Disdukcapil kabupaten/kota.

Data lulusan dikumpulkan oleh sekolah, diverifikasi oleh Disdikbud, kemudian diproses oleh Disdukcapil Provinsi sebelum didistribusikan ke daerah sesuai domisili untuk diperbarui.

Selain meningkatkan akurasi data pendidikan, program ini juga diharapkan dapat mendukung target kepemilikan KTP elektronik sebesar 100 persen serta percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Inovasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan IPM, tetapi juga membantu pemetaan data kemiskinan dan kependudukan secara lebih akurat,” kata Lukman. (*)

Berita Terkait

PWI Lampung Gandeng MPAL Siapkan Ikon HPN dan Porwanas 2027
Tak Beri Santunan Kematian, PT Taspen Beri Alasan Tidak Jelas
Banyak Posisi Strategis di Pemkab Lampung Timur Diisi Plt, Berikut Daftar Jabatannya!
Buka Rakerda LKKS Provinsi Lampung, Wagub Jihan Minta Program Kesejahteraan Sosial Lebih Kreatif
Anggaran Rp16,5 Miliar Bukan Hanya untuk Pendamping Gubernur, Ini Penjelasan Pemprov Lampung
Ungkap Kasus TPPO Anak Dibawah Umur, Gubernur Mirza Apresiasi Kinerja Polda Lampung
Polda Lampung Batasi Akses Keluar Daerah, Upaya Buru Pelaku Penembakan Bripka Arya
Tawuran yang Diatur Lewat Medsos Berakhir Maut, ABH 16 Tahun Diamankan Polisi
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:21 WIB

PWI Lampung Gandeng MPAL Siapkan Ikon HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:13 WIB

Tak Beri Santunan Kematian, PT Taspen Beri Alasan Tidak Jelas

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:42 WIB

Banyak Posisi Strategis di Pemkab Lampung Timur Diisi Plt, Berikut Daftar Jabatannya!

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:56 WIB

Buka Rakerda LKKS Provinsi Lampung, Wagub Jihan Minta Program Kesejahteraan Sosial Lebih Kreatif

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:30 WIB

Anggaran Rp16,5 Miliar Bukan Hanya untuk Pendamping Gubernur, Ini Penjelasan Pemprov Lampung

Berita Terbaru

BANDAR LAMPUNG

PWI Lampung Gandeng MPAL Siapkan Ikon HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:21 WIB

BANDAR LAMPUNG

Tak Beri Santunan Kematian, PT Taspen Beri Alasan Tidak Jelas

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:13 WIB