DPRD Pesawaran Sidak Tambang Galian C, Aktivitas Dihentikan Sementara

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, PESAWARAN – Aktivitas pertambangan galian C milik PT Yudistira di Desa Sukarame, Kecamatan Punduh Pidada, mendadak terhenti. Hal ini terjadi setelah Komisi III DPRD Kabupaten Pesawaran melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (6/5/2026).

Sidak dipimpin langsung Ketua DPRD Pesawaran Achmad Rico Julian bersama Ketua Komisi III Fahmi Fahlevi dan seluruh anggota komisi. Mereka turun ke lapangan dan menyisir dua titik lokasi tambang, bahkan menghentikan sementara aktivitas para pekerja.

Dari hasil pantauan di lokasi, DPRD menemukan sejumlah persoalan serius, terutama terkait dugaan celah legalitas serta dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas tambang tersebut.

Baca Juga :  Akademisi UIN Soroti Pembayaran UPS ASN Terpidana Korupsi, Desak Audit Administrasi

Achmad Rico Julian mengungkapkan, sidak dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas tambang.

“Kami datang ke sini berdasarkan laporan warga. Aktivitas ini dinilai mengganggu dan diduga belum mengantongi izin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada aktivitas warga, tetapi juga pada lingkungan sekitar. Di antaranya, penahan ombak di lokasi tambang yang sudah tertimbun, ketiadaan drainase, hingga material tanah dan debu yang terbawa ke jalan serta area permukiman warga.

Kondisi tersebut bahkan dilaporkan merusak lahan perkebunan milik masyarakat sekitar.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Pesawaran berencana memanggil pihak perusahaan bersama dinas terkait untuk menggelar hearing.

Baca Juga :  Waspada! Pencatutan Nama PWI dan Media Lokal

“Kami akan meminta pihak perusahaan menunjukkan legalitas perizinan dan segera membuat sistem drainase yang memadai agar tidak berdampak ke lingkungan,” tegas Rico.

Tak hanya itu, DPRD juga memberikan peringatan keras kepada pengelola tambang. Jika tidak mampu menunjukkan kelengkapan izin sesuai regulasi, maka aktivitas tambang diminta untuk dihentikan.

“Kalau izin belum lengkap, kami minta stop dulu. Tapi jika legalitas sudah terpenuhi, silakan beroperasi. Kami tetap mendukung investasi yang berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dan pembangunan Pesawaran,” pungkasnya. (*)

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026
Danbrigif 4 Mar/BS Perkuat Kolaborasi Pertahanan Melalui Audiensi kepada Pangdam XXI/RI
Akademisi UIN Soroti Pembayaran UPS ASN Terpidana Korupsi, Desak Audit Administrasi
BKN Belum Putuskan Status, Tiga ASN Terpidana Korupsi Lampura Tetap Terima UPS
Bupati Hamartoni Beberkan Dasar Pengajuan Pinjaman Rp140 Miliar ke PT SMI
Pinjaman Rp140 Miliar Disepakati, Pemkab Lampura Prioritaskan Perbaikan 17 Ruas Jalan
Kapolsek Kedondong Jalin Silaturahmi ke Ponpes Ibnu Muhtaram Tanjung Kerta Way Khilau
Penerima Manfaat Keracunan, Ketua Karang Taruna Tegineneng Minta DPRD dan Pemda Pesawaran Evaluasi SPPG Trimulyo
Berita ini 132 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:38 WIB

MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:32 WIB

Danbrigif 4 Mar/BS Perkuat Kolaborasi Pertahanan Melalui Audiensi kepada Pangdam XXI/RI

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:21 WIB

Akademisi UIN Soroti Pembayaran UPS ASN Terpidana Korupsi, Desak Audit Administrasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:19 WIB

BKN Belum Putuskan Status, Tiga ASN Terpidana Korupsi Lampura Tetap Terima UPS

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:38 WIB

Bupati Hamartoni Beberkan Dasar Pengajuan Pinjaman Rp140 Miliar ke PT SMI

Berita Terbaru