Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau Intensif, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Mitigasi dan Imbau Warga Tetap Tenang

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, Lampungcorner.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui koordinasi lintas sektor dan langkah mitigasi yang terukur.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, sekaligus menjaga agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan kepanikan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi pembahasan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan di Kantor BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (9/7/2026).

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, menjelaskan bahwa kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada kategori aman bagi masyarakat di wilayah pesisir Lampung Selatan.

Menurutnya, tinggi Gunung Anak Krakatau saat ini sekitar 157 meter di atas permukaan laut (mdpl), jauh lebih rendah dibandingkan saat peristiwa longsoran yang memicu tsunami pada 2018.

“Pada saat itu ketinggian gunung sekitar 338 mdpl sehingga beban di puncaknya jauh lebih besar dan mampu mendorong air laut hingga ke daratan. Saat ini ketinggiannya sekitar 157 mdpl. Mudah-mudahan apabila terjadi longsoran, dampaknya tidak akan sebesar yang pernah terjadi,” ujar Andi.

Baca Juga :  Bupati Egi Tinggalkan Aula, Pilih Bawah Flyover Natar untuk Lantik 12 Pejabat

Andi menjelaskan, ancaman yang paling berpotensi dirasakan masyarakat selama aktivitas vulkanik berlangsung adalah hujan abu apabila arah angin mengarah ke daratan Lampung.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat cukup menggunakan masker untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik. Hingga saat ini, belum terdapat dampak langsung yang membahayakan masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta memperoleh informasi dari BPBD maupun instansi berwenang agar tidak menimbulkan keresahan.

“Pada 8 Juli kemarin memang tercatat terjadi tujuh kali erupsi sejak tengah malam hingga pukul 12.00 siang. Setelah itu aktivitas kembali menurun. Karakter Gunung Anak Krakatau memang seperti itu. Ketika energinya habis, aktivitas akan kembali tenang sampai energi baru kembali terbentuk. Tetap waspada, tetapi masyarakat tidak perlu panik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, mengatakan bahwa aktivitas erupsi yang terjadi saat ini merupakan proses pelepasan energi dari dalam gunung, sehingga berpotensi mengurangi kemungkinan terjadinya ledakan yang lebih besar. Kendati demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan Langkah-langkah mitigasi sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai kemungkinan.

Baca Juga :  Di Balik Kemegahan Ngaben Massal, Zita Anjani Melihat Masa Depan Wisata Budaya Balinuraga

Maturidi meminta seluruh camat di wilayah pesisir bersama kepala desa untuk kembali memeriksa kondisi rambu-rambu jalur evakuasi, memastikan titik kumpul siap digunakan, serta melakukan pengecekan secara berkala terhadap seluruh sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

Selain itu, Maturidi menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dalam menjaga kesiapsiagaan masyarakat.

“Kita tentu tidak menginginkan musibah terjadi. Namun kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan. Jangan sampai kita lengah. Mitigasi harus terus dilakukan agar apabila terjadi kondisi darurat, seluruh unsur sudah siap bertindak dengan cepat dan tepat,” tegas Maturidi.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab Lampung Selatan memastikan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara intensif bersama instansi terkait.

Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti arahan pemerintah dan petugas pemantau gunung api sebagai upaya menjaga keselamatan bersama. (ptm)

Berita Terkait

Zita Anjani Pastikan Dua Anak Penyandang Hemofilia di Lampung Selatan Tetap Didampingi, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas
Bupati Egi Tinggalkan Aula, Pilih Bawah Flyover Natar untuk Lantik 12 Pejabat
Bupati Egi Ajak Lampung Selatan Bersahabat dengan AI, SDM Unggul Disiapkan Hadapi Masa Depan
Di Balik Kemegahan Ngaben Massal, Zita Anjani Melihat Masa Depan Wisata Budaya Balinuraga
Peluk Harapan Anak-anak Lampung Selatan, Zita Anjani Pastikan Perjuangan Cegah Stunting Dimulai dari Keluarga
Sisihkan 2.500 Desa di Lampung, Karang Pucung Wakili Provinsi pada Lomba Desa Tingkat Nasional Berkat Inovasi Desa Digital dan Pengelolaan Sampah
Usung Spirit of Krakatoa, Lamsel Fest 2026 Siap Tampil Lebih Spektakuler dengan Empat Event Ikonik dan Deretan Artis Ibu Kota
Bupati Radityo Egi Dorong Tata Kelola Desa yang Transparan, Keuangan Desa Harus Berdampak Nyata bagi Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Zita Anjani Pastikan Dua Anak Penyandang Hemofilia di Lampung Selatan Tetap Didampingi, BPJS dan Pendidikan Jadi Prioritas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Bupati Egi Tinggalkan Aula, Pilih Bawah Flyover Natar untuk Lantik 12 Pejabat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Bupati Egi Ajak Lampung Selatan Bersahabat dengan AI, SDM Unggul Disiapkan Hadapi Masa Depan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Di Balik Kemegahan Ngaben Massal, Zita Anjani Melihat Masa Depan Wisata Budaya Balinuraga

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Peluk Harapan Anak-anak Lampung Selatan, Zita Anjani Pastikan Perjuangan Cegah Stunting Dimulai dari Keluarga

Berita Terbaru