Menhut dan Menteri LH Tak Dampingi Prabowo Cek Karhutla, Ini Penjelasan Mensesneg

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMSEL — Presiden RI Prabowo Subianto mengecek langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, dan Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah menteri. Namun, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat tidak terlihat mendampingi Kepala Negara.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, ketidakhadiran kedua menteri tersebut bukan karena alasan khusus.

Menurut Prasetyo, Raja Juli dan Jumhur sebelumnya telah beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk memantau penanganan karhutla, termasuk di Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Tanggapi Kritik Ombudsman, Pemkab Lampura Tegaskan Pengisian Jabatan Harus Sesuai Aturan

“Ya, hanya kebetulan saja. Karena kan beberapa kali juga Menhut sudah berkunjung ke lapangan, termasuk di Sumsel Menteri LH juga sudah berkunjung juga ke mari, ke Sumsel. Jadi ini hanya kebetulan saja,” ujar Prasetyo seusai mendampingi Prabowo, seperti dilihat dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Prasetyo mengatakan, kunjungan Prabowo ke sejumlah wilayah di Sumatera kali ini lebih difokuskan pada penguatan personel dan peralatan untuk mempercepat penanganan karhutla di lapangan.

Karena itu, Prabowo secara khusus mengajak Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk mengevaluasi kebutuhan penanganan karhutla.

Baca Juga :  Mensesneg: Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT

Jika diperlukan, kekuatan personel maupun peralatan akan ditambah.

“Hari ini kan Bapak Presiden memang fokus kepada mengajak Kapolri maupun Panglima TNI untuk menambah kekuatan kalau dibutuhkan personel maupun dibutuhkan alat-alat, termasuk heli water bombing, kemudian ada permohonan motor trail yang dimodifikasi,” kata Prasetyo.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Sumatera berjalan lebih cepat dan efektif, terutama dalam menghadapi kondisi kebakaran yang membutuhkan dukungan personel serta peralatan tambahan di lapangan. (*)

Berita Terkait

Drama Penangkapan DPO di Lampura Berujung Maut, Tiga Polisi Terluka
Pemkab Tubaba Siapkan Jaminan Kesehatan bagi 2.226 PPPK Paruh Waktu
Prabowo Perintahkan Fokus Penanganan Karhutla Way Kambas
Presiden Prabowo Instruksikan Respons Cepat, Bantuan Kembali Dikirim ke NTT dan Kalimantan
Kebakaran Kembali Muncul di TNWK, Bupati Lamtim Turun Langsung Percepat Pemadaman
Gubernur Mirza Turun Langsung Pastikan Karhutla Tak Merembet ke Way Kambas
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, 161 Ribu Warga Mengungsi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Drama Penangkapan DPO di Lampura Berujung Maut, Tiga Polisi Terluka

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Menhut dan Menteri LH Tak Dampingi Prabowo Cek Karhutla, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Pemkab Tubaba Siapkan Jaminan Kesehatan bagi 2.226 PPPK Paruh Waktu

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Prabowo Perintahkan Fokus Penanganan Karhutla Way Kambas

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Berita Terbaru

Suasana lokasi kejadian baku tembak di Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Selasa (25/8/2026) dini hari.

BREAKING NEWS

Drama Penangkapan DPO di Lampura Berujung Maut, Tiga Polisi Terluka

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:57 WIB

BREAKING NEWS

Pemkab Tubaba Siapkan Jaminan Kesehatan bagi 2.226 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 25 Agu 2026 - 09:34 WIB

LAMPUNG SELATAN

Poltekimipas 2026 Buka Formasi Khusus Putra-Putri Papua

Senin, 24 Agu 2026 - 18:31 WIB