LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — KM Lawit, kapal pesiar untuk isolasi mandiri (isoman) pasien Covid-19 yang ditempatkan di Pelabuhan Panjang sejak Senin (16/8/2021) dilengkapi fasilitas mewah.
Ada dua deck yang disiapkan khusus ruang isolasi dan diisi 419 bed. Sementara, deck lainnya untuk tenaga kesehatan (nakes) dengan 18 bed.
Selain perawat dan dokter, juga disiagakan ahli gizi untuk melihat makanan yang disajikan kepada pasien.
“Kita juga siapkan jogging track dan ruang olahraga,” jelas nahkoda kapal, Kapten Herman Obrein, Kamis (19/8/2021).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana menjelaskan pasien yang akan dirawat di kapal tersebut adalah seseorang yang dikategori positif Covid-19 tanpa gejala. Atau, Orang Tanpa Gejala (OTG).
Ia menyebutkan kapal dengan 50 Anak Buah Kapal (ABK) merawat pasien positif Covid-19 dengan rujukan dari puskesmas.
“Ini untuk menghindari masyarakat yang positif tidak isolasi mandiri di rumah karena ditakutkan ada orang tua yang rentan dan anak-anak,” ujar Reihana.
Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang meninjau langsung KM Lawit pada Kamis menerangkan, kapal ini milik PT Pelni.
“Ini semua adalah perhatian khusus dari pemerintah sebagai salah satu upaya kita terhadap pengendalian Covid-19 karena rakyat harus kita selamatkan,” ujar Arinal.
Saat peninjauan, Arinal didampingi Plt Kepala KSOP Kelas I Panjang Hendri Ginting, Kapten Herman Obrein, dan perwakilan PT Pelindo II/IPC Cabang Panjang.
Arinal mengatakan kehadiran tempat isolasi apung ini untuk mengantisipasi bila terjadi penambahan pasien kasus Covid-19 terutama di wilayah Lampung Selatan, Bandarlampung, dan Pesawaran.
Saat ini, menurut Arinal, angka Covid-19 di Lampung cenderung mengalami penurunan yang signifikan.
Nantinya, pemerintah daerah hanya menyiapkan nakes di kapal. Karena pendukung lainnya disiapkan dari Kemenkes, PT Pelni, BNPB, dan Kemenhub. (*)
Red









