LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di TPA Bakung akhirnya selesai.
Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Bandarlampung, Khaidarmansyah, mengatakan pembangunan IPLT dilakukan sejak April lalu oleh Kementerian PUPR.
“Mulai saat ini, setiap tinja yang dibuang ke TPA bisa langsung diolah oleh mesin tersebut,” paparnya, Kamis (2/12/2021).
Khaidar –sapaannya, menerangkan setiap tinja yang dibuang akan langsung dialirkan ke mesin.
Tinja yang sudah dipisahkan dengan air akan dikeringkan untuk menjadi pupuk. Sementara, air yang sudah bersih dialirkan ke sungai.
“Jadi air yang dibuang dijamin bersih. Tesnya dengan cara meletakkan ikan, kalau ikan hidup artinya air bersih,” kata dia.
Khaidar juga mengatakan pembangunan ini murni menggunakan anggaran Kementerian PUPR.
Rencananya, IPLT diserahkan ke Pemkot Bandarlampung pada 10 Desember 2021.
“Nanti ada empat petugas dari PU dan PD kebersihan yang dilatih menjadi operator. Untuk biaya yang digunakan yakni solar untuk genset, listrik, dan pemeliharaan,” ujarnya.
Khaidar memaparkan, PAD dihasilkan dari biaya retribusi penampungan, di mana setiap mobil tinja membayar Rp300 ribu. Biasanya, sehari ada 20 mobil yang masuk.
“Jadi kalau dalam sehari 20 mobil dikali Rp300 ribu, maka dalam satu tahun berapa pendapatan kita selain pembuatan pupuk dari lumpur tinja,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menerangkan, setelah mesin ini resmi beroperasi, mobil-mobil tinja akan keliling ke rumah, perkantoran, dan juga sekolah-sekolah untuk melakukan penyedotan tinja.
“Mudah-mudah ini bisa mendapatkan hal yang terbaik dan membantu meningkatkan PAD di Bandarlampung,” ujarnya. (*)
Red









