LampungCorner.com,Tubaba — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Tubaba tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Busroni, didampingi Wakil Ketua I Ponco Nugroho, dan Wakil Ketua II S. Joko Kucoro, serta dihadiri oleh Bupati Novriwan Jaya, Wakil Bupati Nadirsyah, unsur Forkopimda, para kepala OPD, Camat, dan tamu undangan lainnya, Kamis (24/07/2025).
Dalam rapat tersebut, Bupati Novriwan Jaya menyampaikan bahwa pendapatan daerah 2025 mengalami penurunan dari semula Rp.972,65 miliar menjadi Rp.929,27 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan transfer dari Rp.904,05 miliar menjadi Rp.855,20 miliar.
“Namun, di tengah penurunan pendapatan total, Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita targetkan meningkat dari Rp.68,59 miliar menjadi Rp.74,06 miliar. Kenaikan ini disebut sebagai hasil dari upaya intensifikasi pendapatan lokal melalui pemutakhiran data wajib pajak dan peningkatan sistem informasi pajak daerah,” ujar Novriwan.
Dengan kondisi APBD 2025, belanja daerah Kabupaten Tubaba pun disesuaikan dan turun Rp.25,7 miliar. Belanja daerah juga mengalami penyesuaian dari Rp.968,46 miliar menjadi Rp.942,69 miliar dengan komponen belanja terdiri dari belanja operasi Rp.644,15 miliar, belanja modal Rp.130,63 miliar, belanja tidak terduga Rp.200 juta, dan belanja transfer Rp.167,70 miliar.
Sementara, dari sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan meningkat signifikan dari Rp.9,80 miliar menjadi Rp.25,91 miliar. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan menurun dari Rp.14 miliar menjadi Rp.12,5 miliar.
“Penurunan belanja merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran sebagai dampak harmonisasi kebijakan fiskal pusat dan daerah dalam rangka mendukung arah kebijakan ekonomi makro nasional Tahun 2025,” pungkasnya.
Dari paparan tersebut, Fraksi-fraksi DPRD pun memberikan pandangan umum yang sebagian besar menyoroti efisiensi anggaran dan potensi peningkatan PAD. Bupati Novriwan merespons dengan menegaskan bahwa Pemkab Tubaba akan terus melakukan optimalisasi melalui berbagai strategi seperti penyusunan kajian potensi PAD dan peningkatan pengawasan pemungutan. (Rian)
















