Bank Sampah ‘Sahabat Gajah’ Ajak Masyarakat Ubah Sampah Menjadi Penghasilan

- Jurnalis

Minggu, 16 Juli 2023 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembina Bank Sampah 'Sahabat Gajah', Asrian Hendi Caya saat acara diskusi Sumatera Clean UP. Foto: Kalbi Rikardo

Pembina Bank Sampah 'Sahabat Gajah', Asrian Hendi Caya saat acara diskusi Sumatera Clean UP. Foto: Kalbi Rikardo

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Bank Sampah ‘Sahabat Gajah’ (BSSG) mengajak masyarakat Lampung mengubah sampah menjadi bernilai.

Pembina BSSG Asrian Hendi Caya mengatakan, pihaknya ingin merubah cara pandang masyarakat tentang sampah.

“Sehingga sampah yang diproduksi setiap hari memiliki nilai ekonomis,” katanya, Minggu (16/7/2023).

Hal itu ia sampaikan dalam kolaborasi lingkungan Hari Pers Nasional daerah dengan tema ‘Sumatera Clean Up Get In Action’ di Pantai Harnas Kelurahan Way Tataan, Telukbetung Timur, Bandarlampung

Ia mengatakan, pihaknya ingin membuka frame masyarakat bahwa sampah itu bukan hal yang kotor, tapi bisa menjadi nilai berharga.

Baca Juga :  SIWO PWI Lampung Matangkan Persiapan Porwanas, Sistem Digital Siap Cegah Kecurangan Atlet

“Kalau sampah itu dianggap bernilai maka sampah itu tidak akan dibuang,” kata Asrian.

Apalagi masyarakat memproduksi sampah 0,5 kg setiap hari dengan masyarakat Lampung ada sebanyak sembilan juta orang.

Ketua PWI Pusat Atal S. Depari saat memegang paving block yang terbuat dari sampah plastik. Foto: Kalbi Rikardo

“Karenanya, kami berharap terbentuknya bank sampah di semua wilayah,” kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila ini.

Sebagai contoh saat ini di Metro telah terbentuk 22 bank sampah. Sampah kemudian diubah menjadi meja, kursi, paving block, dan kerajinan lain yang bisa menghasilkan.

Baca Juga :  Kadis KPTPH Elvira: PHC Jadi Harapan Baru Petani Lampung Dalam Program Desaku Maju

Ia mengingatkan, sampah-sampah yang dibuang ke TPA (tempat penampungan akhir), kalau tidak akan tertampung akan menjadikan lingkungan kumuh.

“Seperti contoh nelayan juga banyak mendapatkan sampah plastik dari mereka melaut dan dapat diambil untuk dimanfaatkan,” kata Asrian.

Ia berharap pihak swasta juga dapat mengambil peran dalam mengelola sampah. Semisal, PT Coca Cola Amatil Indonesia, yang menggelontorkan Rp9 miliar setiap tahun untuk membeli sampah. (*)

Berita Terkait

Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat
PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah
Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027
Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027
Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027
Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas
DPRD Kota Bandar Lampung akan Sidak Kafe dan Resto Minim Lahan Parkir
Berita ini 491 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:51 WIB

PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:34 WIB

Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027

Berita Terbaru

TULANGBAWANG BARAT

Ratusan Pelajar Tubaba Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Gerak Jalan

Kamis, 13 Agu 2026 - 15:21 WIB