Demo di PTUN, BPJS, dan Pemprov, Aliansi Buruh Lampung Minta UMK Dicabut

- Jurnalis

Senin, 14 Maret 2022 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ABL Unjuk Rasa di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandarlampung. Foto: Dwi DS

ABL Unjuk Rasa di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandarlampung. Foto: Dwi DS

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Buruh Lampung (ABL) mengadakan unjuk rasa dan menyampaikan tujuh tuntutan, Senin (14/3/2022).

Aksi ini mereka gelar di PTUN Bandarlampung, Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandarlampung, dan Pemprov Lampung.

Koordinator lapangan ABL, Ibnu Susilo, menjelaskan di bawah Pemerintahan Jokowi dan Maruf Amin banyak kebijakan yang pro pemilik modal dan kontra terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia mencontohkan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja Nomor 11 tahun 2020. UU ini prosesnya tertutup dan sarat kepentingan pemilik modal.

“Produk hukum ini sangat unik dan represif. Proses pembuatannya maupun karakteristiknya berbeda dan tidak pernah ditemukan dalam legal standing hukum nasional,” tandasnya.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Bersama Ketua Umum BPP Akbar Buchari Meriahkan Half Marathon Hipmi Lampung 2026

Selain itu, kebijakan Jaminan Hari Tua (JHT) oleh Menaker dinilai langkah mengambil dan merampas hak buruh yang masuk dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Peserta aksi lainnya, Rudi Arifuddin, menambahkan rezim ini juga mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan Nomor 36 tahun 2021.

“PP ini mengkhawatirkan sebab angka yang ditetapkan pemerintah untuk upah buruh tidak layak,” tegasnya.

Berikut tuntutan ABL:

1. Mendukung DPW FSPMI Lampung dalam gugatan penetapan Upah Minimum delapan kabupaten/kota di Provinsi Lampung 2022 pada PTUN Bandarlampung

Baca Juga :  Lonjakan Pengunjung, Polresta Bandar Lampung Intensifkan Patroli Pantai

2. Cabut Peraturan Menteri Ketenagakerjaaan Nomor 2 tahun 2022 dan laksanakan jaminan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia.

3. Cabut SK UMK kabupaten/kota di Provinsi Lampung 2022 dan kembalikan UMK berdasarkan PP 78/2015.

4. Tolak Omnibus Law (UU Cipta Kerja).

5. Tolak Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

6. Stop agresi perang Rusia di Ukraina.

7. Tolak penundaan Pemilu 2024.

Red

Berita Terkait

Gubernur Mirza Torehkan Prestasi Nasional, Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Inspiratif Sektor Pertanian
Wagub Jihan Ajak IPM Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah
Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029
Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat
Sekda Lampung: Belanja Wajib Jadi Prioritas Utama APBD 2026
Wagub Jihan Hadiri Rapat Pleno TPAKD, Dorong Percepatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Presiden Prabowo Subianto Buka Munas HIPMI ke-XVIII di Bandar Lampung
Gubernur Mirza TApresiasi Kontribusi Masyarakat Minang dalam Pembangunan Lampung
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:23 WIB

Gubernur Mirza Torehkan Prestasi Nasional, Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Inspiratif Sektor Pertanian

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:14 WIB

Wagub Jihan Ajak IPM Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:10 WIB

Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:42 WIB

Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:37 WIB

Sekda Lampung: Belanja Wajib Jadi Prioritas Utama APBD 2026

Berita Terbaru