LAMPUNGCORNER.COM, Tanggamus — Pembangunan jembatan penghubung di Pekon Tanjung Jaya Kecamatan Limau, Tanggamus disoal.
Sebab, sudah ditemukan keretakan di kedua sisi jembatan. Semennya pun dapat dihancurkan dengan remasan tangan.
Padahal pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD) itu menelan biaya sekitar Rp104 juta.
Salah seorang pekerja menjelaskan, jembatan juga dibangun tanpa besi ‘cakar ayam’ sehingga fondasi tidak kokoh.
“Hanya menggunakan batu,” kata warga Dusun Cempaka Kopong Pekon Tanjung Jaya ini, Senin (25/7/2022).
Karena itu, terus dia, muncul kekhawatiran jika debit air naik, bukan tidak mungkin fondasi jembatan lama-lama tergerus.
“Ditambah lagi talud penahan tanah tidak ada,” jelas lelaki yang enggan disebut namanya ini.
Jembatan itu sendiri merupakan satu-satunya akses jalan masyarakat serta anak-anak dusun ini ketika hendak ke sekolah maupun melakukan aktivitas lainnya.
Terpisah, Kepala Pekon Tanjung Jaya, Sadiwan, membenarkan jembatan tak menggunakan besi cakar ayam.
“Benar, tak pakai cakar ayam. Anggaran yang digunakan tidak cukup, hanya sekira Rp104 juta,” singkatnya. (*)
Red















