LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Setiap 24 Januari, dunia memperingati Hari Pendidikan Internasional sebagai pengingat kuat bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam membentuk masa depan umat manusia. Momentum ini sekaligus menjadi ruang refleksi bersama atas peran strategis generasi muda dalam menghadapi dinamika dan tantangan pendidikan di era modern.
Hari Pendidikan Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 3 Desember 2018. Penetapan ini menegaskan pendidikan sebagai hak asasi manusia yang fundamental, sekaligus fondasi penting bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan peradaban global.
PBB bersama UNESCO menempatkan pendidikan sebagai elemen utama dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan keempat yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas, inklusif, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dikutip dari laman resmi UNESCO, peringatan Hari Pendidikan Internasional tahun ini mengangkat tema keterlibatan generasi muda dalam pendidikan. Tema ini menyoroti peran vital kaum muda sebagai agen perubahan yang mampu mendorong pembangunan dan transformasi sosial di tengah tantangan global.
Namun demikian, generasi muda masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar, mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas dan peluang kerja yang layak. Kondisi ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian dan solusi bersama.
UNESCO menegaskan pentingnya melibatkan pelajar dan generasi muda secara bermakna dalam merancang sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan mereka. Terlebih di tengah pesatnya revolusi teknologi, dunia pendidikan dituntut untuk meninjau kembali tujuan, metode, dan pendekatan pembelajaran agar tetap adaptif dan berdaya saing.
Peringatan Hari Pendidikan Internasional juga menyimpan sejumlah pesan penting. Pertama, pendidikan harus menjadi prioritas bersama, bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat, keluarga, dan peserta didik itu sendiri.
Kedua, suara generasi muda perlu dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan pendidikan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Ketiga, transformasi pendidikan harus berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberlanjutan.
Hari Pendidikan Internasional kembali menegaskan bahwa masa depan pendidikan dunia tidak dapat dibangun tanpa keterlibatan aktif generasi muda. Dengan menjadikan mereka sebagai mitra sejajar dalam proses pendidikan, dunia memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan generasi yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi masa depan. (*)
Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari









