Ikan Asin Pulau Pasaran Ditarget Masuk Pasar Ekspor

- Jurnalis

Senin, 14 Februari 2022 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Gubernur Arinal Djunaidi saat meninjau Pulau Pasaran. Foto: Ist

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Gubernur Arinal Djunaidi saat meninjau Pulau Pasaran. Foto: Ist

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi kepada pengolahan ikan asin di Pulau Pasaran Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Timur, Bandarlampung. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan pada Sabtu (12/2/2022).

Airlangga berpesan agar ikan asin asal Pulau Pasaran tidak hanya menjadi konsumsi lokal, melainkan juga bisa masuk pasar ekspor.

“Bagus sekali usaha ibu-ibu untuk mengolah ikan asin, jadi bisa membangkitkan perekonomian lokal di sini (Pulau Pasaran). Ikan asin juga menjadi salah satu makanan yang disukai masyarakat Indonesia, tidak hanya untuk konsumsi lokal, tapi juga diekspor,” kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (14/2/2022).

Pulau Pasaran sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 1.900 jiwa dengan 342 kepala keluarga (KK). Hal itu terbagi atas beberapa kelompok masyarakat. Yakni lima kelompok pengolah dengan 48 pengolah, dua kelompok nelayan rajungan, dua kelompok pembudidaya ikan, dan 10 kelompok kerang hijau.

Tenaga kerja yang menekuni industri rumahan ikan asin di pulau tersebut berjumlah sekitar 765 orang. Mayoritas adalah ibu rumah tangga yang berasal dari luar Pulau Pasaran.

Baca Juga :  RDP DPRD Kota Bandar Lampung Kupas Legalitas SMA Siger hingga Penggunaan Dana Hibah

Rata-rata produksi ikan teri asin di wilayah tersebut yakni kurang lebih sebanyak 3 ton per bulan untuk setiap pengolah. Sehingga produksi secara keseluruhan diperkirakan sebanyak 120-150 ton per bulan atau sekitar 1.140 ton per tahun.

Adapun beberapa jenis ikan teri asin yang diproduksi adalah teri nasi super, teri nasi biasa, teri buntiau, teri rc, teri jengki, dan teri katak.

Rentang harga jual per kilogram dari yang termahal yaitu ikan teri nasi super senilai Rp120 ribu/kg sampai termurah yakni ikan teri katak senilai Rp50 ribu/kg. Produk tambahannya adalah cumi asin dan ikan tanjan.

Pemasaran ikan teri asin paling banyak di DKI Jakarta dengan total 50 persen. Lalu Medan, Padang, Jambi, dan sekitarnya mencapai 30 persen.

Baca Juga :  Restocking Ikan Jadi Upaya Nyata Pemprov Lampung Menjaga Ekosistem Sungai Mesuji

Kemudian sebanyak 10 persen dipasarkan ke wilayah Karawang, Cianjur, Bandung, dan sekitarnya. Sisanya 10 persen lagi ke pasar lokal di Lampung.

Keunggulan ikan teri nasi Pulau Pasaran bisa dilihat dari sistem pengolahan ikan teri yang direbus di atas kapal setelah penangkapan, dengan tujuan menjaga kualitas ikan.

“Saya harap usaha pengolahan ikan asin di Pulau Pasaran ini akan semakin berkembang, sehingga akan berkontribusi lebih besar kepada produksi ikan asin di Indonesia. Untuk kualitas sebaiknya juga dapat semakin ditingkatkan agar menjadi pilihan ikan asin utama di negara ini,” kata Airlangga.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat volume ekspor ikan asin nasional pada periode Januari hingga November 2021 sebanyak 8,96 juta kg dengan nilai sebesar US$ 93,17 juta.

Nilai tersebut meningkat 0,69 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yakni sebesar US$ 92,53 juta. (*)

Red

Berita Terkait

Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat
PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah
Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027
Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027
Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027
Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas
DPRD Kota Bandar Lampung akan Sidak Kafe dan Resto Minim Lahan Parkir
Berita ini 187 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:51 WIB

PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:34 WIB

Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Update Gempa NTT: 53 Meninggal, 154 Rumah Rusak Berat

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:21 WIB

BREAKING NEWS

Bencana NTT, Pemerintah Siapkan Penanganan hingga Rehabilitasi

Minggu, 16 Agu 2026 - 15:29 WIB

Plt. Kepala BPKAD Lampura, Iskandar Helmi. Foto dok

BREAKING NEWS

Bukan Rp12,05 Miliar, Ini Anggaran BPKAD Lampura Setelah Efisiensi

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:51 WIB

BREAKING NEWS

Gempa NTT: Prabowo Salurkan 50 Ribu Paket Sembako

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:22 WIB