Jadi Smart Village, Tujuh Pekon di Lambar Diguyur Rp210 Juta

- Jurnalis

Kamis, 17 Juni 2021 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Penataan dan Kerjasama Pekon Desmon Irawan, Rabu (16/6/2021). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Ari Gunawan

Kabid Penataan dan Kerjasama Pekon Desmon Irawan, Rabu (16/6/2021). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Ari Gunawan

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Barat – Tujuh dari 130 pekon (desa) di Kabupaten Lampung Barat ditetapkan sebagai smart village sesuai program Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Ketujuh pekon dimaksud adalah Pagar Dewa, Hanakau, dan Tanjungraya di Kecamatan Sukau; Watas (Balikbukit); Pampangan (Sekincau); dan Rigisjaya (Airhitam).

”Terakhir Pekon Trimulyo di Kecamatan Gedungsurian,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Kerjasama Pekon pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (PMP), Desmon Irawan, Rabu (16/6/2021).

Desmon menjelaskan, smart village atau desa pintar mengarah terhadap pelayanan kepada masyarakat seperti kependudukan.

Baca Juga :  Estafet Kepemimpinan Bergulir, Deswanto Resmi Jabat Plt Camat Pagar Dewa

“Jadi nantinya masyarakat tidak harus mengurus ke kabupaten lagi, cukup di pekon itu sendiri,” jelasnya.

Untuk menunjang hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) memberikan dana stimulan untuk setiap pekon Rp30 juta. Dana dipergunakan untuk sarana dan prasarana smart village.

”Operator ketujuh pekon juga sudah dua kali mengikuti bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa provinsi,” tutur Desmon.

Kriteria pekon yang diusulkan yakni status berdasarkan indeks desa membangun tahun 2021 adalah pekon maju dan mandiri.

Lalu, memiliki balai pekon dengan koneksi jaringan internet yang baik dan diprioritaskan yang telah memiliki website.

Serta sudah menerapkan administrasi pemerintahan dan pelayanan berbasis informasi dan teknologi (IT).

Baca Juga :  Raperda APBD-P 2026 Mulai Dibahas, Pendapatan Tubaba Diproyeksi Rp773,8 Miliar

“Selain itu, pekon sudah memiliki kelembagaan masyarakat yang potensial dalam implementasi program smart village, misalnya UKM pekon tersebut sudah menerapkan penjualan online dan lainnya,” paparnya.

Secara garis besar program ini untuk peningkatan SDM, sarana prasarana, dan lain-lain.

”Jadi pekon diharapkan juga bisa lebih mengenali potensinya masing-masing dan berkolaborasi atau bergotong-royong untuk kemandirian pekon tersebut,” tandasnya. (*)

Red

Berita Terkait

Target PAD Rp315 Miliar, Bapenda Lamtim Perkuat Digitalisasi dan Gandeng Pers
Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan
Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital
Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba
Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Target PAD Rp315 Miliar, Bapenda Lamtim Perkuat Digitalisasi dan Gandeng Pers

Rabu, 30 September 2026 - 19:01 WIB

Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital

Minggu, 27 September 2026 - 20:50 WIB

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD

Minggu, 27 September 2026 - 13:01 WIB

Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II

Berita Terbaru