Kisah Pilu Anggota Paskibra Lampung Asal Lambar, Tidak Diurus Pemkab dan Sekolah

- Jurnalis

Jumat, 20 Agustus 2021 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Citra Ayu Septiana, anggota Paskibra Lampung asal Lambar. Foto: Dok. Pribadi

Citra Ayu Septiana, anggota Paskibra Lampung asal Lambar. Foto: Dok. Pribadi

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Barat — Suksesnya pengibaran bendera merah putih pada HUT ke -76 RI, Selasa 17 agustus 2021 lalu oleh pasukan pengibar bendera (Paskibra) tingkat Provinsi Lampung, ternyata menyimpan cerita pilu dari salah satu petugas pasukan delapan paskibra asal SMAN 1 Liwa, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Citra Ayu Septiana.

Siswi Kelas XI tersebut harus berjuang sendiri bersama orang tuanya untuk menjadi anggota Paskibra pada hari bersejarah tersebut. Sejak awal keberangkatan untuk mengikuti proses karantina selama 10 hari di Bandarlampung, Citra hanya didampingi orang tuanya.

Bahkan saat proses pelepasan untuk pulang kembali ke kabupaten asal, ia juga dijemput orang tuanya. Tidak ada pendampingan dari pemerintah daerah maupun pihak sekolahnya.

Sementara rekannya dari kabupaten lain diantar dan jemput serta didampingi oleh utusan dinas terkait maupun pihak sekolah.

Menurut ayah Citra, Khairul Umur, putrinya pada awalnya mendaftar untuk mengikuti seleksi sebagai anggota Paskibra Provinsi yang di gelar oleh Pemkab Lambar.

Berdasarkan Informasi dari petugas Dinas Pemuda dan Olahraga Lambar, anaknya masuk enam besar dan akan diberangkatkan ke Bandarlampung untuk mengikuti seleksi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

“Saat itu saya dihubungi oleh petugas dari dinas, anak saya diminta untuk menunggu di sekolah karena akan dijemput untuk mengikuti seleksi di provinsi. Anak saya kemudian ke sekolah menunggu di pintu gerbang karena tidak ada satupun guru di sekolah,” kata Khairul, Kamis (19/8/2021).

Baca Juga :  Waspada Campak! Anak-anak Jadi Korban Terbanyak di Lampung Utara

Kisah Pilu Dimulai, Dinas Porapar Lambar Tidak Ada Anggaran

Beberapa hari kemudian, lanjut Khairul, dirinya mendapat kabar jika anaknya lolos tiga besar menjadi anggota Paskibra tingkat provinsi.

Dari situ cerita pilu mulai dirasakan Citra dan Khairul selaku orang tua. Saat itu dirinya mendapat Informasi jika putrinya harus segera ke Bandarlampung untuk mengikuti karantina di Hotel Kurnia II.

“Ketika saya tanya teknis keberangkatan, kata Ibu Kadisporapar, harus diantar sendiri oleh orang tua karena dinas tidak ada anggaran. Awalnya saya bingung, ini utusan kabupaten mau ke Bandarlampung tapi tidak didampingi oleh dinas terkait atau pihak sekolah. Tapi karena ini adalah bentuk kebanggaan saya selaku orang tua, saya bersama ibunya mengantarkan anak saya ke Bandarlampung,” lirih Khairul.

Yang membuat Khairul miris, sesampainya di Bandarlampung ia melihat anggota Paskibra dari beberapa kabupaten lain, diantar oleh petugas dari dinas dan pihak sekolah. Bahkan di depan hotel berderet mobil dinas yang mengantarkan utusan kabupaten lain.

“Pas di hotel, ada panitia yang bertanya kepada saya, pak mana SPPDnya yang mau ditandatangani, saya bilang nggak ada. saya kemudian bertanya sama beberapa orang disitu. Pak itu yang di antar anaknya ya? Orang tersebut menjawab bukan. Mereka dari dinas mengantarkan anak-anak yang lolos paskibra. Itu yang membuat saya begitu sedih,” kenang Khairul.

Baca Juga :  Sidak Dini Hari Dirjenpas di Rutan Kotabumi, Indikasi HP Ilegal Terbongkar

Tapi demi menguatkan anak saya dan sebagai bentuk kebanggaan keluarga, saya tetap memotivasi anak saya untuk semangat mengikuti semua tahapan karantina yang telah ditetapkan oleh petugas Paskibra hingga selesai.

“Kamu harus semangat, kamu adalah kebanggaan keluarga besar kita, Nak,” pesan Khairul kepada Citra.

Bahkan kata Khairul, ketika mendapat kabar bahwa akan dilakukan pembubaran petugas paskibra oleh panitia, dirinya bersama istri kembali berangkat ke Bandarlampung untuk menjemput anaknya.

Sementara Citra juga mengaku kerap sedih dan sempat beberapa kali menangis ketika mendengar cerita kawan-kawannya dari daerah lain yang ketika berangkat ada yang diantar oleh petugas dinas, ada juga yang didampingi pihak sekolah.

“Sangat sedih. Saya sempat beberapa kali menangis. Kalau pas dengar kawan-kawan cerita. Mereka berangkat saja diantar orang dari dinas dan pihak Sekolah. Ada yang dikasih uang saku dari sekolah Rp700 ribu, ditambah dari dinas Rp1,2 juta dan lainnya. Saya juga dikasih uang saku Rp300 ribu dari sekolah, tapi yang buat saya sedih tidak ada yang mengantar dan mendampingi dari pemerintahan maupun dari sekolah,” ungkap siswi kelahiran 5 September 2004 itu. (*)

Red

Berita Terkait

Sijago Merah Hanguskan Rumah Dua Lantai di Pekon Canggu Lampung Barat
Bupati Parosil Lantik Ratusan Pejabat, Berikut Daftar Lengkapnya!
Parosil Mabsus Siap Kawal Program Tiga Juta Rumah, Wujudkan Asta Cita Prabowo Subianto
Warga dan Penjual Air Deruman Bantu Padamkan Kebakaran, Bupati Parosil Turun Langsung dan Sampaikan Apresiasi
Rumah Warga di Lambar Ludes Terbakar, Armada Damkar Rusak Picu Kekecewaan Warga
Kebakaran Hebat di Sukabumi, Tiga Rumah Rata dengan Tanah
Bank Lampung KCP Liwa Sampaikan Permohonan Maaf atas Keluhan Nasabah, Siap Tingkatkan Layanan
Layanan Lamban dan Petugas Tak Ramah, Nasabah Bank Lampung: Kami Seperti Tak Dihargai
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:40 WIB

Sijago Merah Hanguskan Rumah Dua Lantai di Pekon Canggu Lampung Barat

Rabu, 23 Juli 2025 - 17:05 WIB

Bupati Parosil Lantik Ratusan Pejabat, Berikut Daftar Lengkapnya!

Selasa, 29 April 2025 - 12:28 WIB

Parosil Mabsus Siap Kawal Program Tiga Juta Rumah, Wujudkan Asta Cita Prabowo Subianto

Kamis, 10 April 2025 - 19:19 WIB

Warga dan Penjual Air Deruman Bantu Padamkan Kebakaran, Bupati Parosil Turun Langsung dan Sampaikan Apresiasi

Kamis, 10 April 2025 - 14:38 WIB

Rumah Warga di Lambar Ludes Terbakar, Armada Damkar Rusak Picu Kekecewaan Warga

Berita Terbaru

LAMPUNG SELATAN

Pimpin APINDO Lamsel, Fikry Dorong Sinergi Pengusaha dan Pemerintah

Rabu, 29 Apr 2026 - 20:20 WIB