Kisah Ulama KH Ahmad Hanafiah yang Dianugerahi Pahlawan Nasional 2023, Melawan Penjajah dengan Semangat Jihad

- Jurnalis

Jumat, 10 November 2023 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen saat KMS Tohir Hanafi selaku Ahli Waris menerima tanda gelar pahlawan nasional kepada almarhum KH Ahmad Hanafiah di Istana Negara Jakarta, Jum'at 10 November 2023. Foto: IST

Momen saat KMS Tohir Hanafi selaku Ahli Waris menerima tanda gelar pahlawan nasional kepada almarhum KH Ahmad Hanafiah di Istana Negara Jakarta, Jum'at 10 November 2023. Foto: IST

Lampungcorner.com, Lampung Timur – Belanda dan Jepang dengan semangat jihad.

Salah satu perjuangannya yang terkenal adalah saat melawan agresi Belanda dari Palembang ke Lampung. Dia juga memimpin perang gerilya melawan Belanda selama Agresi Militer I tahun 1947.

Jiwa patriot KH.Ahmad Hanafiah pun terpanggil untuk mempertahankan kemerdekaan RI. KH.Ahmad Hanafiah mengkordinir para pejuang Laskah Hizbullah dari berbagai wilayah di Lampung, Kemudian, memimpin perang gerilya melawan Belanda bersama TNI.

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Kunjungi Kodim 0429, Tekankan Ketahanan Pangan hingga Penanganan Konflik Gajah Way Kambas

Laskar Hizbullah pimpinan KH.Ahmad Hanafiah bersama Laskar Sabilillah yang bersenjatakan golok tidak gentar menghadapi pasukan Belanda yang bersenjata lengkap pada pertempuran sengit yang terjadi di wilayah Baturaja arah Martapura. Karenanya, pejuang dari Hizbullah dan Sabilillah disebut juga dengan laskar golok.

Keberanian pejuang laskar golok sangat ditakuti pasukan Belanda.

Namun, karena kalah dalam persenjataan, banyak anggota laskar golok yang gugur dan tertawan. KH.Ahmad Hanafiah yang tertawan. Dari berbagai sumber, KH.Ahmad Hanafiah disebut kebal peluru.

Baca Juga :  19 Ribu Lebih Kepesertaan BPJS KPM di Lampura Nonaktif, Ini Solusi dari Dinas Sosial

Karenanya, pada 17 Agustus 1947, Belanda mengeksekusi KH.Ahmad Hanafiah dengan cara dimasukkan ke dalam karung kemudian ditenggelamkan di sungai ogan.

Karenanya, hingga saat ini jasad dan makam KH.Ahmad Hanafiah yang memiliki 2 putri dan 1 putra serta 22 cucu ini tidak ditemukan. Tetapi perannya sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia diakui dan dihormati negara sebagai pahlawan nasional. (*)

Berita Terkait

Gubernur Mirza Perkenalkan Anak Harimau Sumatera, Bernama Puspa dan Muli Sikop di Satwa Lembah Hijau
Gubernur Mirza Paparkan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah PON XXIII 2032
Empat Objek Bersejarah Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Pemkab Lampung Timur Jaga Warisan Leluhur
Prabowo Matangkan Implementasi Devisa Hasil Ekspor, Ini Mulai Berlakunya!
PWI Gandeng KONI Lampung Siapkan Penyelenggaraan Sekaligus Prestasi di Porwanas 2027
PT. Taspen Sampaikan Klarifikasi Hak Jawab, Pasca Ramai Perbincangan Santunan Kematian Pensiun
AKBP Heti Patmawati Pimpin Sertijab 11 Pejabat Polres Lampung Timur, Ini Nama-namanya!
Ikuti Diklat Nasional Angkatan I, Pengurus Tani Merdeka Lampung Siap Sukseskan Program Pusat
Berita ini 482 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:27 WIB

Gubernur Mirza Perkenalkan Anak Harimau Sumatera, Bernama Puspa dan Muli Sikop di Satwa Lembah Hijau

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:18 WIB

Gubernur Mirza Paparkan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah PON XXIII 2032

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:14 WIB

Empat Objek Bersejarah Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Pemkab Lampung Timur Jaga Warisan Leluhur

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:32 WIB

Prabowo Matangkan Implementasi Devisa Hasil Ekspor, Ini Mulai Berlakunya!

Senin, 18 Mei 2026 - 17:08 WIB

PWI Gandeng KONI Lampung Siapkan Penyelenggaraan Sekaligus Prestasi di Porwanas 2027

Berita Terbaru