KPK Beberkan Capaian MCP Lampung di Angka 80, Lebih Tinggi dari Nasional

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85?

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Pemerintah Provinsi Lampung berhasil menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih.

Hal itu terlihat dari capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) tahun 2025 yang mencapai angka 80, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 40.

Data tersebut disampaikan oleh Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK, Bahtiar Ujang Purnama, dalam Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi dan Kolaborasi Pemberantasan Korupsi Wilayah Lampung yang digelar di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (5/11/2025).

Bahtiar menjelaskan, rata-rata capaian MCP pemerintah daerah se-Lampung mencapai 52, menempatkan provinsi ini dalam kategori tinggi di tingkat nasional.

“Capaian ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat integritas birokrasi, memperluas digitalisasi layanan, serta menutup ruang terjadinya korupsi,” ujar Bahtiar.

Selain MCP, Survei Penilaian Integritas (SPI) juga menunjukkan tren positif. Nilai SPI nasional tahun 2024 tercatat sebesar 71,53, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 70,97.

Baca Juga :  Dua Ekor Tapir Terekam Camera Trap Bersamaan di Hutan Mesuji Lampung

Di Lampung, sejumlah daerah mencatat skor cukup tinggi, di antaranya Kabupaten Pringsewu (75,73), Kota Metro (75,59), Tulang Bawang (72,24), Lampung Selatan (71,68), dan Pemerintah Provinsi Lampung sendiri dengan nilai 67,52.

Pada kesempatan itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengapresiasi capaian tersebut serta langkah konkret Pemprov Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam memperkuat sistem pencegahan korupsi.

“Kegiatan bersama Gubernur Lampung ini luar biasa. Tidak hanya menghadirkan bupati dan wali kota, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Setyo.

Ia menegaskan, pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus dibangun melalui budaya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan.

“Transparansi berarti kebijakan publik dapat diakses masyarakat, sementara akuntabilitas berarti seluruh kegiatan pemerintah harus bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun hukum,” tegasnya.

Setyo berharap Lampung dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat integritas penyelenggaraan pemerintahan.

“Semua pihak memiliki peran penting dalam menjaga integritas. Tujuannya agar pelayanan publik berjalan baik dan menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Novriwan Dorong Zakat dan KUR Super Mikro Jadi Penggerak Ekonomi Warga Tubaba

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa pencegahan korupsi tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan melalui kolaborasi menyeluruh antar lembaga dan masyarakat.

“Pencegahan korupsi harus dilakukan bersama-sama. Melalui survei persepsi masyarakat tahun 2024, kita dapat melihat kondisi kabupaten/kota dan apa saja yang perlu dibenahi. Alhamdulillah, 15 kabupaten/kota baru punya semangat. Mudah-mudahan kepemimpinan baru ini bisa berbenah,” kata Mirza.

Ia menegaskan, integritas adalah dasar dari seluruh proses pembangunan dan pelayanan publik.

“Tanpa integritas, kebijakan tidak akan berpihak kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah harus menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama,” ujarnya.

Mirza menambahkan, pemerintah harus menjadi motor kolaborasi lintas sektor untuk membangun kepercayaan publik.

“Lampung tidak akan maju jika tidak ada upaya memperbaiki diri. Pemerintah harus menjadi motor kolaborasi dengan pengusaha, petani, dan masyarakat. Kepercayaan publik adalah kunci,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan
Baru Setahun Bebas, Residivis Narkoba Kembali Diciduk Bawa 14 Paket Sabu
60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba
Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:50 WIB

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD

Minggu, 27 September 2026 - 13:01 WIB

Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II

Jumat, 25 September 2026 - 21:49 WIB

Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 21:32 WIB

Baru Setahun Bebas, Residivis Narkoba Kembali Diciduk Bawa 14 Paket Sabu

Jumat, 25 September 2026 - 21:00 WIB

60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Telepon Rahmat Erwin Usai Raih Emas Asian Games 2026

Minggu, 27 Sep 2026 - 10:10 WIB